Eiits, Ternyata Bipang Juga Ada yang Halal!

402
Presiden Jokowi (Foto: Setkab)

Jakarta, Muslim Obsession – Video pernyataan Presiden Joko Widodo alias Jokowi membuat ramai jagad maya, khususnya Twitter, Sabtu (8/5/2021).

Di video tersebut Jokowi mengajak masyarakat untuk memesan beberapa kuliner khas daerah, salah satunya Bipang Ambawang.

“Untuk bapak/ibu dan saudara-saudara yang rindu kuliner khas daerah atau yang biasannya mudik membawa oleh-oleh, tidak perlu ragu untuk memesannya secara online. Yang rindu makan gudeg Jogja, bandeng Semarang, siomay Bandung, empek-empek Palembang, bipang ambawang dari Kalimantan dan lain-lainnya tinggal pesan, dan makanan kesukaan akan diantar sampai ke rumah,” ujar Jokowi.

BACA JUGA: Heboh karena Jokowi, Apa sih Bipang Ambawang?

Penyebutan Bipang Ambawang menjadi sorotan netizen sebab video itu dinilai keliru dalam pembuatannya karena saat ini umat Islam tengah menjalani ibadah di bulan suci Ramadhan dan menyambut Idul Fitri.

Menilik akun IG @bipangambawang, Bipang Ambawang adalah merek dagang bagi kuliner khas Ambawang, salah satu kecamatan di Kalimantan Barat. Bipang sendiri merupakan singkatan dari Babi Panggang.

Bipang menjadi daya tarik pengunjung dan pelancong dari berbagai daerah yang ingin mencicipi daging babi panggang khas Ambawang.

Mengetahui Bipang Ambawang, tentu saja babi panggang menjadi kuliner yang haram dikonsumsi umat Islam.

Bipang yang ini halal

Ngomong-ngomong soal Bipang, nama kuliner ini juga bisa ditemukan di Pasuruan, Jawa Timur. Namun, berbeda dengan Bipang Ambawang, Bipang khas Pasuruan ini boleh dikonsumsi umat Islam.

Mengutip tatagtribunus, Bipang berasal dari Tiongkok. Bi berarti beras, pang berarti wangi, Berarti beras yang wangi. orang biasa menyebutnya sebagai Jipang.

Bipang dibuat dari beras yang dipanaskan dengan suhu tinggi sampai mekar, kemudian dicampur dengan gula yang telah dicairkan dan vanili, kemudian dicetak dan dipotong-potong. Sehingga camilan ini akan terasa renyah, manis, dan wangi di lidah.

Bipang Jangkar Pasuruan itu terkenal sejak tahun 1949 di kota Pasuruan, Jawa Timur, Indonesia. Bukan hanya bipang tapi ada juga berondong jagung.

Di pasuruan memang bukan yang tertua tapi mengolah bipang dengan bahan-bahan berkualitas tinggi. Lebih dari setengah abad Perusahaan yang membuat produk Bipang Jangkar ini membuat makanan ringan dari beras dan jagung dengan gula asli, tanpa bahan pengawet, dan halal.

Produk mereka aman dikonsumsi dan telah mendapatkan No Depkes PIRT dari Dinas Kesehatan Kota Pasuruan.

Eitss, jangan salah pilih bipang yaa…. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here