Duta Besar RI Terima Gelar Profesor Kehormatan di Azerbaijan

734
Husnan 3
Rektor Azerbaijan University of Languages (AUL) Prof. Kamal Abdullayev saat memberikan gelar Profesor Kehormatan kepada Dubes RI untuk Azerbaijan, Dr. H. Husnan Bey Fananie, MA di Kampus AUL Baku, Azerbaijan, Rabu (4/7/2018). (Foto: Istimewa)

Baku, Muslim Obsession – Duta Besar Republik Indonesia untuk Azerbaijan, Dr. H. Husnan Bey Fananie, MA menerima anugerah gelar Profesor Kehormatan dari Azerbaijan University of Languages (AUL) di Baku, Azerbaijan, Rabu (4/7/2018). Gelar tersebut diberikan berdasarkan keputusan Dewan Permusyawaratan Ilmiah AUL.

Penganugerahan gelar diberikan secara langsung oleh Rektor AUL, Prof. Kamal Abdullayev, di hadapan civitas akademika AUL dan para undangan. Hadir pada acara tersebut lima anggota MPR/DPR RI, yang terdiri dari anggota DPR-RI Komisi X bidang pendidikan dan kebudayaan dan Komisi III bidang hukum dan HAM yang pada saat bersamaan tengah melakukan kunjungan kerja ke Baku, Azerbaijan.

Dalam sambutannya, Rektor AUL menilai Husnan telah berkontribusi dan memiliki kepedulian tinggi dalam mendorong kerja sama di bidang Pendidikan antar dua negara.

“Bapak Husnan Bey Fananie, adalah seorang Duta Besar yang memiliki kepedulian tinggi dan terus berkontribusi khususnya pada bidang pendidikan. Ia juga telah menulis banyak judul buku dan selama masa tugasnya, Duta Besar Indonesia di Baku ini telah berperan aktif dalam mendorong peningkatan kerja sama di bidang pendidikan antar dua negara,” tutur Prof. Kamal Abdullayev.

Rektor menjelaskan, selama ini Husnan seringkali melakukan sesi kuliah umum di berbagai universitas dan sekolah-sekolah lokal. Selain itu ia juga pernah menjadi pengajar tamu untuk mata kuliah sistem politik Indonesia bagi mahasiswa hubungan internasional di AUL selama satu semester.

“KBRI Baku juga secara rutin mengadakan seminar-seminar khususnya mengangkat tema multikulturalisme Indonesia-Azerbaijan,” jelasnya.

Rektor menambahkan, sejumlah penandatanganan berbagai memorandum Kesepakatan antara AUL dengan universitas di Indonesia dapat terealisasi dengan dorongan kedutaan RI di Baku. Beberapa di antaranya adalah kesepakatan antara AUL dengan dengan Universitas Indonesia (UI), Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN Sumut), Universitas Islam Malang (UNISMA), Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), dan Universitas Padjadjaran.

Bahkan hingga akhir tahun 2018 nanti, imbuhnya, akan ada beberapa kunjungan dari universitas-universitas terkemuka di Indonesia ke Baku untuk melaksanakan penandatanganan MoU dan melakukan diskusi ilmiah.

“Dubes RI Baku juga menjembatani hubungan antara AUL dengan Kementerian/Lembaga terkait di Indonesia, termasuk dengan adanya kunjungan Menteri Pemuda dan Olahraga RI, MRP dan DPR RI, ilmuwan, maupun media massa Indonesia ke AUL. Terlebih lagi, Dubes RI Baku berjasa dalam upaya AUL untuk mendirikan Pusat Kebudayaan Azerbaijan di Universitas Indonesia (UI),” ungkapnya.

Dalam kesempatan ini, Husnan berterima kasih atas penghargaan tersebut yang untuk pertama kalinya diberikan oleh sebuah universitas Azerbaijan kepada Warga Negara Indonesia.

“Penghargaan ini menjadi simbol penanda keeratan hubungan antara Indonesia dan Azerbaijan. Saya anggap penghargaan ini diberikan bukan hanya merupakan prestasi pribadi namun juga bangsa Indonesia,” ujar Husnan.

Husnan menyampaikan apresiasi kepada AUL yang menjalin hubungan erat dengan Indonesia, khususnya melalui Pusat Studi Indonesia di AUL yang senantiasa berkolaborasi dengan KBRI Baku dalam kegiatan promosi Indonesia di Azerbaijan.

“Berbagai peningkatan hubungan diplomatik Indonesia dan Azerbaijan dalam berbagai bidang tidak lepas dari kedekatan hubungan antara KBRI Baku dengan AUL, terutama Pusat Studi Indonesia. Untuk itu saya sangat berterima kasih atas jasa-jasa dari Prof. Habib Zarbaliyev yang merupakan pelopor berdirinya pusat studi Indonesia di Azerbaijan,” pungkasnya. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here