Dukung Perekonomian Syariah, Peruri Teken Nota Kesepahaman dengan BSI

73
Peruri menggandeng BSI untuk menggerakkan perekonomian syariah nasional, Jumat (18/6/2021). (Foto: istimewa)

Jakarta, Muslim Obsession – Perum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) menggandeng Bank Syariah Indonesia (BSI) untuk menggerakkan perekonomian syariah negara.

Kerja sama ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman bersama dengan BSI pada Jumat (18/6/2021).

Penandatanganan dilakukan Direktur Utama Peruri, Dwina Septiani Wijaya dan Direktur Utama Bank Syariah Indonesia (BSI), Hery Gunardi di Creative Hall, M Bloc Space.

Melalui kerja sama ini Peruri akan mendapatkan kemudahan dalam menggunakan layanan jasa dan produk perbankan syariah baik untuk pendanaan maupun pembiayaan.

BACA JUGA: BSI Masuk 10 Jajaran Emiten dengan Market Pasar Terbesar

Selain oleh perusahaan induk, produk dan layanan perbankan syariah juga dapat dimanfaatkan oleh Peruri Group yaitu perusahaan anak dan perusahaan afiliasi.

Di samping itu, produk dan layanan ini tidak hanya dapat dimanfaatkan oleh perusahaan namun juga bagi seluruh karyawan misalnya untuk kredit kepemilikan rumah, cicilan emas, gadai emas, kredit kendaraan bermotor, pembiayaan multiguna berbasis payroll dan produk pembiayaan lainnya.

“Bentuk kerja sama antara Peruri dan BSI merupakan dukungan terhadap ekonomi syariah yang salah satu tujuannya adalah untuk membangkitkan lagi ekonomi yang sempat terkontraksi akibat adanya pandemi covid-19. Kami berharap ekonomi syariah Indonesia juga dapat bersaing dalam skala global,” ujar Dwina dalam sambutannya.

Seperti diketahui, pandemi Covid-19 membuat lesu perekonomian nasional sehingga dibutuhkan keterlibatan semua pihak untuk melindungi, mempertahankan dan meningkatkan kembali geliat ekonomi.

BACA JUGA: PBNU: BSI Simbol Kebangkitan Ekonomi Islam

Dalam komitmen kerja sama ini, Peruri dan BSI dapat saling memanfaatkan layanan jasa dan produk dari masing-masing pihak, salah satunya adalah pemanfaatan layanan digital sekuriti Peruri untuk proses digitalisasi yang ada di Bank Syariah terbesar di Indonesia tersebut.

Seiring berkembangnya teknologi digital, kebutuhan pasar digital sekuriti juga semakin terbuka lebar untuk mengantisipasi adanya pemalsuan identitas di dunia maya.

“Bentuk kerja sama pemanfaatan produk jasa tersebut diharapkan mampu memberikan akses pertumbuhan ekonomi syariah diberbagai lini usaha, seperti dalam pembiayaan, layanan digital syariah, edukasi keuangan syariah, pelayanan prima, serta kerja sama lainnya yang mendorong potensi ekonomi syariah dan industri halal yang lebih berkembang sehingga bisa memberikan manfaat kepada masyarakat Indonesia secara berkelanjutan,” ungkap Hery. (**)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here