Dukung Masjid Ditutup, Begini Penjelasan Ustadz Das’ad Latif

126
Ustadz Das'ad Latif.

Jakarta, Muslim Obsession – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM Darurat) yang diberlakukan pemerintah pusat mulai 3 hingga 20 Juli 2021 berdampak pada pengetatan di 122 kabupaten/kota se-Jawa dan Bali.

Imbasnya, rumah ibadah seperti masjid ditutup dan pro-kontra pun bermunculan. Ada yang setuju, namun banyak juga yang mempertanyakan kebijakan tersebut.

Ustadz Abdul Somad (UAS) salah satunya yang tidak setuju jika masjid ditutup selama PPKM Darurat di Jawad an Bali. Menurutnya, kebijakan tersebut terkesan mengkambinghitamkan masjid atau tempat ibadah sebagai biang penularan virus corona, sehingga harus ditutup.

Berdasarkan video yang beredar di media sosial, Ustadz Abdul Somad meluapkan kekecewaanya atas larangan masjid beroperasi yang diatur oleh pemerintah. Ustadz Abdul Somad singgung tempat umum lain dibuka.

“Melarang orang ke masjid, tapi di mal, di pasar malah dibiarkan. Di mana letak hati kecilmu?” ujar UAS, Jumat (2/7).

Berbeda dengan UAS, dai kondang Ustadz Das’ad Latif justru mendukung agar masjid ditutup berdasarkan sejumlah alasan. Ia berharap alasan yang disampaikannya benar-benar dicerna agar bisa dipahami.

“Satu, saya pengikut fatwa majelis ulama bukan pribadi. Ustadz manapun, saya lebih memilih majelis ulama bukan pribadinya. Namanya majelis, kumpulan orang-orang hebat. Di majelis itu ada ahli fiqih, ahli sejarah, ahli Bahasa, ahli filsafat, ahli sosial, semua berkumpul bermusyarawah dan memutuskan rumah ibadah di PPKM untuk sementara dianjurkan beribadah tidak di masjid. Tapi, di Jakarta bukan di Pinrang,” kata Ustadz Das’ad, dalam sebuah tayangan video.

Video tersebut rupanya disukai Gubernur DKI Anies Baswedan. Bahkan Anies mengunggah video tersebut di Feed Instagram miliknya, Kamis (8/7/2021).

Di video tersebut Ustadz Das’ad menjelaskan bahwa tidak semua masjid di Indonesia ditutup, melainkan hanya Jakarta yang saat ini memiliki terlalu banyak korban Covid-19.

Alasan kedua, Ustadz Das’ad menjawab pertanyaan kenapa masjid ditutup sementara pasar dibuka? Menurutnya, semua fungsi masjid bisa dipindahkan dan dilakukan di rumah. Misalnya, shalat berjamaah boleh dilakukan dirumah, begitu juga dengan berdoa, berdzikir, dan membaca Al-Quran.

“Tapi, fungsi pasar tidak bisa dipindahkan dan dilakukan di rumah. Mau beli beras? Apa bisa beli beras di rumahmu? Habis gas, mau masak kebutuhan pokok, kalau pasar tutup semua, mau dimana kamu beli? Dan tidak juga semua pasar dibuka, hanya pasar-pasar tertentu,” urainya.

Selain memberikan alasan atas dukungannya beribadah di rumah, Ustadz Das’ad juga memberikan tiga pesan yang ditujukan kepada masyarakat umum, pemerintah, dan para pengusaha.

Pertama, Ustadz Das’ad mengimbau agar masyarakat bijaksana dalam menerima pesan dari media sosial. Karena ada pesan di media sosial yang sentimen dan isinya pesan-pesan mengandung kebencian.

“Habis energi, habis tenaga hanya untuk berdebat,” tegasnya.

Kedua, Ustadz Das’ad berpesan agar pemerintah semakin serius menangani wabah Covid-19. Dan ketiga, ia mengimbau para pengusaha terutama yang bergerak di bisnis alat-alat kesehatan untuk tidak menjadikan wabah ini sebagai ladang bisnis.

“Kasihan masyarakat kita. Mereka hilang sumber nafkahnya, mereka hilang lapangan kerjanya, mereka hilang keluarganya, lalu kau jadikan Covid-19 ini sebagai ladang bisnis, demi Allah tidak berkah hidupmu sampai akhirat,” tandasnya. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here