Dukung Integrasi, Ketum Parmusi Harap PNM Pro Rakyat Prasejahtera

88
Workshop PBC bertema “Gerakan Kemandirian Ekonomi Parmusi Menuju Umat Madani” pada Kamis (24/6/2021) secara daring diikuti partisipan para pengurus, dai, dan kader Parmusi dari wilayah Sulawesi, Kalimantan, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua. (Foto: Ayu/istimewa)

Jakarta, Muslim Obsession – Ketua Umum Parmusi (Persaudaraan Muslimin Indonesia) H. Usamah Hisyam mendukung rencana Integrasi antara PNM (PT. Permodalan Nasional Madani) dengan BRI (PT. Bank Rakyat Indonesia) dan Pegadaian.

Kendati demikian, Usamah mengingatkan agar integrasi tersebut nantinya tidak menghilangkan visi dan semangat PNM yang berikhtiar untuk memberi dan memperluas akses keuangan bagi rakyat pra sejahtera di berbagai pelosok daerah.

“Sejak dilahirkan 22 tahun silam, PNM harus tetap mempertahankan visi dan semangatnya yang tinggi, agar tetap memperhatikan suasana, situasi dan kondisi rakyat pra sejahtera,” ujar Usamah saat memberikan sambutan dalam Workshop Parmusi Business Center (PBC), Kamis (24/6/2021).

Usamah menekankan bahwa fondasi skema kerja sama permodalan usaha melalui program Mekaar dan Ulaam sudah bagus dan harus dilanjutkan. Terbukti program tersebut sudah bisa memberdayakan lebih dari 9,5 juta anggota rakyat pra sejahtera.

BACA JUGA: Ketum Parmusi: Manfaatkan Ekonomi Syariah untuk Entaskan Ekonomi Umat

Namun, Usamah merasa khawatir jika integrasi tiga lembaga tersebut dilaksanakan, akan terjadi perubahan mindset dalam permodalan UMKM. Dimana permodalan hanya menyasar anggota yang memenuhi persyaratan perbankan atau bankable minded.

Dengan demikian, imbuh Usamah, anggota justru malah akan terbebani, lebih ribet, lari ke perbankan konvensional yang mungkin lebih menarik. Implikasinya justru bukan meningkatkan margin, tapi bahkan menurunkan margin.

“Nah niat dan semangat pemberdayaan ekonomi rakyat pra sejahtera saat PNM dilahirkan dengan pelibatan nilai-nilai Ilahiyah untuk membentuk karakter anggota berakhlak mulia, itulah yang harus tetap dipertahankan dalam integrasi tiga lembaga tadi,” ungkap Usamah.

BACA JUGA: Parmusi Instruksikan Pengurus dan Kader se-Indonesia Galang Gerakan Rp.100.000 untuk Palestina

Jika bisa dipertahankan, jelasnya, maka beban nasabah akan semakin ringan. Apalagi dengan bergabungnya tiga lembaga ini, akses ke masyarakat di pelosok pun akan teratasi, sehingga otomatis margin bertambah.

“Apalagi outlet BRI dan Pegadaian juga tersebar sampai ke pelosok,” pungkasnya.

Workshop bertema “Gerakan Kemandirian Ekonomi Parmusi Menuju Umat Madani” ini digelar secara daring dan diikuti para partisipan dari wilayah Sulawesi, Kalimantan, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua.

Hadir sebagai nara sumber Ketua Majelis Pakar PP Parmusi yang juga pakar ekonomi syariah Dr. Aries Muftie, Ketua Unit Keuangan Syariah PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Ramon Agustus, Wakil Ketua Lembaga Dakwah Parmusi (LDP) Ustadz Bernard Abdul Jabbar yang juga seorang dai entrepreneur, dan Ketua Parmusi Bisnis Center (PBC) Dewi Achyani.

Workshop yang digelar PBC untuk pengurus, dai, dan kader Parmusi kali ini merupakan sesi ke-3, setelah kegiatan serupa digelar pada Selasa (15/6/2021) untuk para partisipan dari wilayah Jawa dan pada Kamis (17/6/2021) untuk para partisipan dari wilayah Sumatera. (Mam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here