Duh, Ribuan Anak di Kabupaten Bogor Terpapar Covid-19

127
Suasana vaksinasi untuk perangkat Desa Tegal, Kec. Kemang, Kab. Bogor, Selasa (15/6/2021). (Foto: MOb)

Bogor, Muslim Obsession – Wabah Covid-19 di Bogor sudah dalam tahap mengkhawatirkan. Dikabarkan ada 1.230 anak rentang usia 0 hingga 5 bulan di Kabupaten Bogor saat ini terpapar Covid-19 dan 2.994 lainnya berusia 6-19 tahun. Ini berarti 21,6 persen kasus mayoritas masih berstatus anak hingga remaja.

Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Adang Mulyana mengatakan, meskipun begitu kasus Covid-19 masih didominasi usia produktif, namun tingkat keterpaparan pada anak perlu diwaspadai.

“Untuk kesembuhannya sekitar 95 persen, tapi ada juga kasus kematian, 0,5 persen dari kasus keseluruhan,” katanya, mengutip Radar Bogor, Selasa (22/6/2021).

Mayoritas anak yang terpapar, jelas Adang, berawal dari penularan orang dewasa yang ada dalam rumah tersebut. Berdasarkan data Satgas Covid-19, hampir 50 persen kasus terjadi pada orang dengan usia produktif 20-40 tahun.

BACA JUGA: Ketua MUI Kiai Cholil Nafis Positif Covid-19

Adang berharap, dengan adanya kasus tersebut orangtua benar-benar harus ekstra disiplin menjalankan protokol kesehatan. Ia juga meminta agar kegiatan yang melibatkan anak di tempat umum untuk dibatasi.

“Batasi kegiatan di luar bersama keluarga, dan batasi juga kegiatan anak di luar. Karena jika terus dibiarkan penularan akan terus meningkat,” tegas Adang.

Sementara itu, Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan mengatakan, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro sedang dilakukan di untuk menekan angka Covid-19.

“Jadi enggak bisa sama, kan ada yang zona kuning, zona hijau. Makanya tidak semua dilakukan di daerah,” ujar Iwan.

BACA JUGA: Hidayat Nur Wahid Ajak BKMT Selamatkan Umat dari Covid-19

Menurut Iwan, mayoritas penularan terjadi di lima wilayah yakni Cibinong, Citereup, Bojonggede, Cileungsi, dan Gunung Putri. Oleh karena itu, penanganan juga difokuskan pada lima wilayah.

“Di Kabupaten Bogor sendiri sebenarnya banyak yang hijau, makanya kita enggak bisa sama ratakan penanganannya,” jelasnya.

Bahkan, Iwan menyebut pengawasannya cukup tegas. Namun untuk wilayah lain Pemkab Bogor masih memberikan kelonggaran agar perekonomian tetap dapat berputar.

“Kalau ada aturan penutupan tempat wisata, kita harus lihat dulu itu wilayahnya zona merah atau enggak. Saat dilihat, justru daerah wisata ini kasusnya kecil, yang besar ada di lima wilayah itu,” tandasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here