Dua Pertiga Orang Amerika Percaya, Corona adalah Peringatan Tuhan untuk Berubah

179

Jakarta, Muslim Obsession – Hampir dua pertiga orang Amerika percaya bahwa virus corona yang melanda dunia termasuk negaranya itu, merupakan pesan peringatan dari Tuhan Yang Mahakuasa agar manusia mengubah cara hidup mereka.

Hal itu terungkap berdasarkan sebuah survei yang mengatakan bahwa orang-orang yang teridentifikasi beragama Protestan Evangelis paling percaya bahwa virus corona merupakan peringatan dari Tuhan untuk mengubah perilaku mereka.

Demikian dilansir New York Post, survei ini dilakukan the Associated Press dan Universitas Chicago Divinity School. Dari survei tersebut, sekitar 43 persen orang yang beragama Protestan Evangelis percaya bahwa virus corona adalah pesan Tuhan.

Begitu pun 28 persen orang beragama Katolik dan Protestan non Evangelis menerima kepercayaan itu. Responden berkulit hitam dan Latin lebih cenderung percaya bahwa pandemi virus corona adalah tanda dari Yang Kuasa.

47 persen responden kulit hitam sangat percaya bahwa pandemi virus ini adalah pesan dari Tuhan, diikuti oleh 37 persen orang Latin dan 27 persen orang kulit putih Amerika.

Sejumlah orang yang tidak beragama juga percaya bahwa virus sebenarnya adalah pesan dari kekuatan yang lebih tinggi.

“Itu bisa menjadi pertanda, seperti ‘hei, persiapkan tindakanmu’ – entahlah,” ungkap Lance Dejesus (52) dari Pennsylvania mengatakan kepada Associated Press.

“Sepertinya semuanya berjalan ke arah yang baik dan tiba-tiba Anda menemukan hal ini terjadi entah muncul dari mana,” imbuhnya. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here