Dua Langkah Mudah Bersedekah

103
Ilustrasi: Sedekah.

Muslim Obsession – Salah satu ciri seorang Muttaqin ialah menginfakkan hartanya, baik saat ia sedang memiliki keluasan harta maupun saat ia sedang kesulitan.

Allah Ta’ala menegaskan hal ini dalam QS. Ali Imran ayat 134:

ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ فِى ٱلسَّرَّآءِ وَٱلضَّرَّآءِ وَٱلْكَٰظِمِينَ ٱلْغَيْظَ وَٱلْعَافِينَ عَنِ ٱلنَّاسِ ۗ وَٱللَّهُ يُحِبُّ ٱلْمُحْسِنِينَ

“(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan”.

Sedekah bukanlah soal nominal besar maupun kecil, melainkan keikhlasan hati untuk membantu orang lain. Karena keikhlasan itulah yang membuat amal shalih seseorang bernilai di hadapan Allah Ta’ala.

BACA JUGA: Istimewanya Sedekah di Hari Jumat

Di sisi lain, Allah Ta’ala mencintai setiap amal shalih seorang hamba, meskipun itu sedikit namun dilakukan dengan istiqamah. Termasuk dalam hal ini sedekah, dimana kebiasaan bersedekah kendati dengan nominal yang kecil tapi dilakukan secara istiqamah, maka ia bernilai mulia.

Rasulullah bersabda:

أَحَبُّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ

“Amal (kebaikan) yang paling dicintai Allah adalah yang kontinu meski sedikit,” (HR Muslim).

Istiqamah sebuah amal shalih menunjukkan konsistensi niat dan keteguhan dalam berbuat. Amal baik akan melahirkan amal baik berikutnya.

BACA JUGA: Lebih Utama Mana Sedekah ke Keluarga atau Orang Lain?

Sebuah amal shalih yang besar namun berhenti di tengah jalan tak lebih baik dari amalan kecil namun berlangsung terus-menerus. Karena amal shalih yang kecil tapi dikerjakan istiqamah suatu saat akan menjadi besar, sementara yang besar tapi berhenti secara perlahan bisa terkikis.

Bagaimana agar kita bisa bersedekah secara istiqamah? Berikut ini dua tips yang patut dicoba.

1. Tetapkan nominal sedekah. Buatlah planning atau perencanaan dari hasil keputusan diri sendiri untuk bersedekah sesuai dengan kemampuan ekonomi yang dimiliki.

2. Sisihkan untuk bersedekah. Tak perlu menunggu lama, segera sisihkan uang yang hendak kita sedekahkan. Sebab jika tidak segera disisihkan atau langsung disedekahkan, seringkali muncul godaan setan dan hawa nafsu untuk menggunakannya bagi keperluan yang lain.

Sedekah bisa disalurkan secara langsung kepada Mustahiq (penerima manfaat), atau melalui sebuah lembaga penyalur sedekah yang terpercaya. Di beberapa lembaga yang sudah memiliki sistem yang baik, akan ada petugas yang mengingatkan kita untuk bersedekah lalu mengelolanya dan memberikannya kepada orang yang tepat.

Bagaimana, mudah bukan? Yuk, gak perlu nunggu lama, kita langsung action! (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here