Dua Kunci Hidup Bahagia Berumah Tangga, Apa Itu?

648
Ilustrasi: Kehidupan berumah tangga.

Jakarta, Muslim Obsession – Ibarat biduk, rumah tangga kerapkali mengalami beragam guncangan. Baik guncangan kecil yang diakibatkan riak maupun guncangan besar karena hempasan gelombang.

Menurut Pimpinan Majelis Dzikir Ibnu Halim, Ustadz Syamsuri Halim, bagaimanapun guncangan merupakan sunnatullah yang akan terjadi pada setiap keluarga. Dan pada umumnya, setiap keburukan yang terdapat di dalam keluarga merupakan dampak dari sifat rakus terhadap dunia.

Ustadz Syamsuri menyitir qaul seorang ulama generasi salafussalih Fudhail bin Iyadh yang mengatakan: “Telah dijadikan semua keburukan terletak di dalam rumah tangga dan dijadikan kunci keburukan tersebut adalah rakus terhadap dunia. Telah dijadikan semua kebaikan juga terdapat didalam rumah tangga, dan dijadikan kunci kebaikan tersebut adalah zuhud (tidak rakus) dalam urusan dunia”.

“Jadi, ketika diperbudak oleh keinginan, maka seseorang akan menempuh jalan mencari harta dengan segala cara. Karena yang terpenting bagi dia adalah keinginannya tercapai walaupun terkadang dari sumber yang haram,” urainya kepada Muslim Obsession, Senin (8/7/2019).

Tapi sebaliknya, ketika hidup menerima apa adanya, zuhud di dalam urusan dunia. Maka hidup seseorang akan tenang, bahagia dan selamat dari urusan-urusan yang tidak disukai oleh Allah subhanahu wa ta’ala.

Ustadz Syamsuri menjelaskan, para ulama salaf memberi dua kunci agar kehidupan di dunia menjadi tenang dan bahagia. Yaitu kehidupan yang indah didasari ridha dan qana’ah yang maknanya pasrah dengan semua ketentuan Allah.

“Maka kesimpulannya, janganlah kita paksakan diri ketika telah berusaha kemudian mengalami kebuntuan. Cukuplah dengan doa dan berharap kepada Allah,” pungkasnya. (Fath)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here