Dua Iri Hati yang Diperbolehkan

56
Loser

Oleh: Airiya Rahmadhani (Penulis Dakwah)

Dari ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda,

لاَ حَسَدَ إِلاَّ فِى اثْنَتَيْنِ رَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ مَالاً فَسُلِّطَ عَلَى هَلَكَتِهِ فِى الْحَقِّ ، وَرَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ الْحِكْمَةَ ، فَهْوَ يَقْضِى بِهَا وَيُعَلِّمُهَا

“Tidak boleh hasad (ghibtoh) kecuali pada dua orang, yaitu orang yang Allah anugerahkan padanya harta lalu ia infakkan pada jalan kebaikan dan orang yang Allah beri karunia ilmu
(Al-Quran dan As Sunnah), ia menunaikan dan mengajarkannya,” (HR Al-Bukhari no. 73 dan Muslim no. 816)

BACA JUGA:

Bahaya Hasad, Iri Hati, atau ‘Sirikan’

Awas, Ini Penyakit Hati yang Menghampiri Orang Berhaji

Waspada! Ada Dua Cara Iblis Celakakan Manusia

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda,

لاَ حَسَدَ إِلَّا فِي اثْنَتَيْنِ: رَجُلٌ عَلَّمَهُ اللَّهُ القُرْآنَ، فَهُوَ يَتْلُوهُ آنَاءَ اللَّيْلِ، وَآنَاءَ النَّهَارِ، فَسَمِعَهُ جَارٌ لَهُ، فَقَالَ: لَيْتَنِي أُوتِيتُ مِثْلَ مَا أُوتِيَ فُلاَنٌ، فَعَمِلْتُ مِثْلَ مَا يَعْمَلُ، وَرَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ مَالًا فَهُوَ يُهْلِكُهُ فِي الحَقِّ، فَقَالَ رَجُلٌ: لَيْتَنِي أُوتِيتُ مِثْلَ مَا أُوتِيَ فُلاَنٌ، فَعَمِلْتُ مِثْلَ مَا يَعْمَلُ

“Tidak ada (sifat) iri (yang terpuji) kecuali pada dua orang: seorang yang dipahamkan oleh Allah tentang Al-Quran kemudian dia membacanya di waktu malam dan siang hari, lalu salah seorang tetangganya mendengarkan (bacaan Al-Quran)nya dan berkata: “Duhai kiranya aku diberi (pemahaman Al-Quran) seperti yang diberikan kepada si Fulan, sehingga aku bisa mengamalkan seperti (membaca Al-Quran) seperti yang diamalkannya. Dan seorang yang dilimpahkan oleh Allah baginya harta (yang berlimpah) kemudian dia membelanjakannya di (jalan) yang benar, lalu ada orang lain yang berkata: “Duhai kiranya aku diberi (kelebihan harta) seperti yang diberikan kepada si Fulan, sehingga aku bisa mengamalkan (bersedekah di jalan Allah) seperti yang diamalkannya,” (HR. Al-Bukhari).

Ketika engkau merasa iri maka irilah ketika engkau melihat orang lain lebih taat dalam beribadah pada Rabb-nya, engkau cemburu melihatnya lebih khusyuk dalam beribadah, dan rasa itu menyuruhmu untuk berusaha meniru mereka. Jadikanlah irimu dalam hal yang positif.

Barakallahu fiikum.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here