dr. Erlina Burhan: Saya Optimis Covid-19 Segera Berakhir

333
DR. Dr. Erlina Burhan, M.Sc, Sp.P.

Muslim Obsession – Tren menurun kasus virus Corona di DKI Jakarta membuat senang banyak orang. Muncul harapan wabah virus Corona (Covid-19) ini akan segera berakhir di Tanah Air.

Juru bicara tim dokter RS Persahabatan Jakarta, DR. dr. Erlina Burhan, M.Sc, Sp.P , termasuk yang senang dengan penurunan angka tersebut. Penurunan tersebut juga terjadi di rumah sakit rujukan khusus pasien terjangkit virus Corona ini.

Menurutnya, jika di akhir Maret angka pasien yang dirujuk bisa mencapai 200 orang perhari, kini hanya sekitar 60 orang perhari.

Hanya saja, ungkap dokter spesialis paru ini, penurunan di ibu kota berbanding terbalik dengan angka kasus yang terjadi dalam skala nasional.

“Boleh jadi karena disebabkan adanya peningkatan kasus di daerah-daerah. Di sisi lain, saat ini sudah lebih banyak laboratorium untuk mendeteksi Covid-19 ini,” ujar Erlina, menjawab pertanyaan Elly Simanjuntak dalam ‘Talk with Elly’ yang diunggah channel Women’s Obsession, Kamis (7/5/2020).

Kendati demikian, Erlina tetap optimis Covid-19 akan segera selesai. Apalagi jika merujuk pada prediksi bahwa peak period wabah ini terjadi pada Mei dan akan mengalami penurunan di awal Juni.

Peak period yang terjadi di Indonesia tersebut, menurutnya, memang tengah terjadi saat ini dimana angka pasien yang terjangkit terus meningkat.

“Jakarta ini kan episentrum pertama di Indonesia dengan jumlah yang cukup tinggi. Jadi meski angkanya menurun, tapi kan masih tetap lebih tinggi di bandingkan daerah lainnya,” jelasnya.

Kepada Elly, Erlina juga menceritakan bagaimana sibuknya para tenaga medis dan nonmedis di RS Persahabatan. Apalagi dipahami bahwa yang mereka rawat bukanlah para pasien biasa, melainkan para pasien yang terjangkit virus sangat berbahaya.

“Di satu sisi kami ingin merawat para pasien dengan baik agar sembuh. Namun di sisi lain, kami juga ingin mengurangi kontak fisik dengan para pasien karena penularannya kan dengan kontak sehingga kami harus mengenakan alat pelindung diri (APD) yang cukup lengkap, meski tidak nyaman memakainya,” kata Erlina.

Perbincangan tak hanya menyoal tugas para tenaga medis dan nonmedis. Erlina juga bercerita tentang tekanan, kecemasan, dan stres yang kerap dialami para tenaga medis dan nonmedis, bahkan juga keluarga mereka di rumah.

Nah, untuk mengetahui cerita lengkapnya, yuk ikuti perbincangan serunya di channel berikut ini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here