DPR Setuju Pertamina Hapus BBM Jenis Premium dan Pertalite

351

Jakarta, Muslim Obsession – Anggota Komisi VII DPR Ridwan Hisjam mendukung penuh rencana PT Pertamina (Persero) yang akan menghapus BBM jenis Premium dan Pertalite. Rencana itu dianggap sebagai langkah yang tepat untuk memperbaiki kondisi keuangan Pertamina.

Di samping itu, penghapusan BBM jenis Premium dan Pertalite juga dinilai akan semakin terjaga lingkungan yang bersih. Di negara-negara maju, kata Ridwan penggunaan BBM jenis ini, juga sudah tidak lagi dibolehkan.

“Sangat setuju, jadi sebaiknya tidak ada lagi BBM yang tidak bersih lingkungan, karena RON nya rendah 88, dan pemerintah harys memproduksi RON diatas 90. Di negara-negara maju saat ini sudah pakai Jenis Euro 4,” kata Ridwan di Jakarta, Selasa (1/9/2020).

“Ron 88 selain tidak bersih lingkungan juga merusak mesin-mesin kendaraan yang sudah tidak sesuai lagi,” tambahnya.

Diketahui rencana penghapusan dua BBM yang memiliki Research Octane Number (RON) di bawah 92 itu dibahas dalam agenda Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara PT Pertamina dan Komisi VII DPR RI pada Senin (31/8/2020).

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menjelaskan saat ini pihaknya masih mencoba mengelola agar masyarakat bisa beralih ke BBM dengan oktan 92 atau Pertamax. Sebab Premium dan Pertalite masih menjadi konsumsi paling besar di masyarakat.

Di sisi lain, Pertamina juga dituntut untuk melakukan penyederhanaan produk BBM mengikuti ketentuan dalam Peraturan Menteri Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 20 Tahun 2019 yang mensyaratkan standar minimal RON 91.

“Oleh karena itu, kami dorong agar konsumen yang mampu beralih ke RON 92, Kami sekarang memiliki Program Langit Biru,” ujar Nicke.

Nicke menambahkan selain Indonesia hanya 7 negara yang masih menjual produk gasoline di bawah RON 90 yakni Bangladesh, Colombia, Mesir, Mongolia, Ukraina, Uzbekistan dan China.

Padahal, Indonesia masuk dalam kelompok negara yang memiliki GDP 2.000 hingga 9.000 dolar Amerika Serikat per tahun.

Berdasarkan klasifikasi tersebut, Indonesia menjadi satu-satunya negara yang memasarkan jumlah jenis produk BBM paling banyak yakni 6 jenis produk.

Sementara di negara tetangga, seperti Singapura, Australia, Malaysia, Thailand, dan Vietnam hanya menjual dua jenis BBM dengan RON di atas 90.

“Jadi itu alasan yang paling penting kenapa kita perlu mereview kembali varian BBM ini, karena benchmark 10 negara seperti ini,” ujar Nicke. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here