Dosa Ghibah Lebih Besar dari Zina

327

Oleh: A. Hamid Husain (Alumni Pondok Modern Gontor, King Abdul Aziz University, dan Ummul Qura University)

Mendekati tempat tempat maksiat saja tidak diperbolehkan Allah Ta’ala, apa lagi beruat zina, selingkuh.

Zina adalah dosa BESAR. Hukumannya menurut ketentuan Allah adalah:

– Jika pelaku zina sudah pernah menikah, maka badannya ditanam di tanah dalam posisi berdiri hingga leher, lalu kepalanya dirajam hingga meninggal.

– Jika yang berbuat zina belum pernah menikah, hukumannya adalah cambuk 100 kali di depan umum.

Sungguh, zina atau selingkuh adalah pelanggaran syari’ah Allah yang sangat serius, hukumannya sungguh berat luar biasa.

BACA JUGA: Tiga Doa dari Rasulullah Agar Mudah Lunasi Utang

Namun, ada dosa lain yang lebih besar dibandingkan zina. Pelanggaran syari’ah yang lebih dahsyat lagi dari zina, yaitu Ghibah (غيبة). Yaitu gosip, gunjing dalam artian membicarakan hal-hal tidak disukai yang dilakukan di belakang orang yang digunjingkannya.

Ada sebuah kisah.

Rasulullah ﷺ punya sahabat dekat bernama Abu Dzaar radhiyallahu ‘anhu yang sangat beliau sayangi. Rasulullah ﷺ berpesan kepada Abu Dzaar, “Wahai Abu Dzaar, sungguh, jauhi Ghibah karena Ghibah itu lebih berat hukumannya dari Zina”.

Lalu Abu Dzaar bertanya, “Kenapa begitu yaa Rasulallah?”

Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa pelaku zina, jika bertaubat dan memohon ampun kepada Allah, maka pasti Allah akan mengampuninya. Sedangkan Ghibah, Allah tidak akan mengampuni pelakunya, sebelum orang yang diGhibah memaafkannya.

BACA JUGA: Kisah Nyata Sahabat Nabi yang Menangis Karena Mengintip Perempuan Mandi

Hadits Rasulullah ﷺ lainnya tentang Ghibah namun berbeda redaksi ditujukan kepada semua orang.

إيَّاكُم والغِيبَةَ فإنَّ الغِيبَةَ أَشَدُّ من الزِّنا. إنَّ الرجلَ قد يَزْنِي ويتوبُ فيتوبُ اللهُ عليه وإنَّ صاحِبَ الغِيبَةِ لا يُغْفَرُ له حتى يَغْفِرَ له صاحِبُهُ (الراوي: أبو سعيد الخدري وجابر بن عبدالله | المحدث: الألباني | المصدر: ضعيف الجامع | الصفحة أو الرقم: 2204)

Apa itu Ghibah (غيبة)?

Ghibah, adalah membicarakan aib, keburukan orang lain, mengosip atau menggunjing meskipun yang dibicarakan itu betul adanya. Ghibah tetaplah perbuatan zhalim, dosa besar.

Allah Ta’ala mengibaratkan pelaku Ghibah seperti memakan bangkai saudara yang sudah meninggal. Allah Ta’ala berfirman:

“Dan janganlah sebagian kalian Ghibah, menggunjing sebagian yang lain. Maukah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang telah mati? Maka tentulah akan merasa jijik. Dan bertakwalah pada Allah. Sungguh, Allah Maha Penerima taubat dan Maha Penyayang,” (QS. Al-Hujurat [59]: 12).

Semoga Allah Ta’ala menganugerahkan kita kemampuan dan kemudahan selalu mengingat Allah, selalu bersyukur dan beribadah dengan sebaik baiknya kepada-Nya.

اللهم اعنا على ذكرك وشكرك وحسن عبادتك

Wallahu a’lam bish shawab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here