Doni Monardo Heran yang Meninggal 3.500 Masih Dituding Konspirasi

174
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo. (Foto: istimewa)

Jakarta, Muslim Obsession – Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Doni Monardo merasa heran mengapa masih saja ada orang yang membuat opini bahwa virus corona ini adalah bagian dari konspirasi elite global, untuk menakut-nakuti masyarakat.

Padahal kata dia, faktanya corona terus menyebar dengan cepat menular ke masyarakat. Korbanya pun kian banyak. Di sisi lain banyak orang yang kini sudah abai dengan protokol kesehatan, sehingga corona pun terus melonjak.

“Padahal kita semua sudah tahu bahwa korban jiwa di Tanah Air sudah melampaui angka 3.500, bahkan di dunia sudah melampaui angka 550 ribu jiwa,” kata Doni usai rapat terbatas di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (13/7/2020).

Menurut Doni, virus berbahaya ini tidak boleh disepelekan. Kata dia, semua pihak perlu mewaspadai dan mengikuti protokol kesehatan. Malah jangan membesarkan opini bahwa corona bagian dari konspirasi.

“Jadi ini nyata, ini fakta, oleh karenanya semua pihak harus betul-betul memahami ini,” lanjut eks Komandan Jenderal Kopassus itu.

Doni pun menyampaikan lagi bahwa COVID-19 diibaratkan sebagai malaikat pencabut nyawa. Ia mengibaratkan ini karena nyawa seseorang paling rentan bagi kelompok-kelompok yang punya penyakit penyerta.

Kelompok rentan ini seperti kategori lansia dan memiliki riwayat penyakit seperti hipertensi, jantung, diabetes.

“Oleh karenanya semua pihak harus betul-betul memahami ini, menyampaikan pesan-pesan bahwa COVID-19 ini ibaratnya, mohon maaf, ibaratnya malaikat pencabut nyawa bagi mereka yang rentan,” ujarnya.

Sebelumnya, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19, Achmad Yurianto, menyampaikan update terbaru data jumlah kasus positif COVID-19. Dari data itu diketahui, ada lonjakan setiap harinya hingga per Ahad, 12 Juli 2020.

Menurut dia, penularan masih terjadi hingga per Minggu kemarin dengan penambahan 1.681 kasus baru COVID-19 dalam sehari atau 24 jam terakhir. Dengan penambahan 1.681 kasus maka secara akumulasi sementara kasus positif ada 75.699 kasus. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here