DMI Punya Aplikasi untuk Hubungkan Masjid dan Khatib

869
Muktamar 7
Wakil Presiden RI Jusuf Kalla membuka Muktamar VII Dewan Masjid Indonesia di Asrama Haji Pondok Gede, Sabtu (11/11/2017).

Jakarta, MuslimObsession.com – Dewan Masjid Indonesia (DMI) memiliki aplikasi yang bisa menghubungkan antara masjid dengan para khatib atau mubaligh. Hal ini untuk memudahkan pengurus masjid mengidentifikasi khatib atau mubaligh yang akan bertugas.

Hal itu dikemukakan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Dewan Masjid Indonesia (DMI), Jusuf Kalla (JK), saat membuka Muktamar VII Dewan Masjid Indonesia di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Sabtu (11/11/2017).

“Kalau Gojek bisa cari penumpangnya dengan aplikasi. Nah ini menghubungkan antara masjid dengan mubaligh. Jadi pengurus mesjid kalau mau cari mubaligh tinggal cari foto mesjid ini siapa ustadznya dan apa keahliannya. Ini menjaga juga agar mubaligh itu diketahui keahliannya sehingga menghubungkan itu dengan mudah,” ungkap Wakil Presiden RI tersebut.

Kendati demikian, JK mengingatkan agar ceramah di masjid tidak provokatif. Khatib maupun mubaligh diminta JK menjaga isi ceramahnya.

“Saya tidak bicara apa yang harus dikhotbahkan, tapi dengan menjaga moderasi dan jalan tengah maka akan baik. Jangan bicara tiba-tiba masjid itu menjadi radikal dan provokatif, bahwa masjid itu khatibnya mengkritik boleh saja. Tapi tidak mengkritik dengan cara memprovokasi orang,” lanjutnya.

Saat ini, menurut JK, ada 800 ribu masjid di seluruh Indonesia. oleh karenanya, demi terjaganya kedamaian di masyarakat, setiap pimpinan DMI di daerah harus menjaga masjid-masjid di wilayahnya.

“Saudi saja bicara pengembangan Islam jalan tengah moderat. Karena apabila melenceng bisa radikal dan merusak seluruh Indonesia. Secara umum kita bersyukur di antara negara Islam di dunia, paling aman itu di Indonesia, Malaysia dan Asia Tenggara, yang lainya itu konflik internal, seperti konflik Afganistan. Kita bersyukur terhindar konflik itu,” tandasnya.

Pada kesempatan itu, JK juga berharap masjid berperan sebagai pusat kesejahteraan umat. Seperti halnya fungsi masjid di era Nabi Muhammad Saw., dimana masjid berfungsi sebagai pusat pendidikan, sosialisasi umat, hingga tempat mengatur skema perang.

Pada pembukaan tadi pagi, turut hadir Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Sofyan Djalil, Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara, Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso, pimpinan daerah DMI seluruh Indonesia, dan pimpinan ormas-ormas Islam.

Muktamar ini diikuti sekitar 1.300 muktamirin, terdiri dari seluruh Pimpinan Wilayah (PW DMI) seluruh propinsi dan Pimpinan Daerah (PD DMI) seluruh Kabupaten/Kota seluruh Indonesia. dan tamu-tamu undangan serta perwakilan pengurus Masjid Raya di tingkat provinsi.

Selain menggelar muktamar, ada pula kegiatan pameran yang akan menghadirkan Halal Weekend Market (Pasar Halal Akhir Pekan), Creative Design Competition (Kompetisi Cipta Kreatif), Performing Art (Pentas Seni dan Tari), Community Gathering (Silaturrahim Komunitas), dan Children Competition (Perlombaan Khusus Anak-anak). (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here