Dituding Sebagai Dalang Kerusuhan, SBY: Suuzon Itu Tidak Baik

52

Jakarta, Muslim Obsession – Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akhirnya buka suara menanggapi berbagai tudingan dari luar bahwa dia disebut sebagai dalang di balik kerusuhan aksi demonstrasi masyarakat sipil menolak UU Cipta Kerja.

SBY menyesalkan tuduhan yang tak berdasar itu, mengapa pihaknya sebagai oposisi dituding selalu menyerang pemerintah. Padahal kata dia, selama 10 tahun menjabat sebagai presiden, SBY mengaku tidak pernah menuduh tokoh-tokoh oposisi menunggangi berbagai aksi unjuk rasa yang mengkritik pemerintah.

Ia menilai lebih elok berprasangka baik ketimbang berburuk sangka. “Suuzon enggak baik. Saya dulu menghormati semua, misalkan PDI Perjuangan beroposisi dengan pemerintahan saya, saya tetap menjaga silaturahmi dengan para petinggi PDI Perjuangan,” katanya yang dikutip dari chanel youtubenya, Selasa (13/10/2020).

Menurut SBY ia memiliki hubungan baik dengan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri dan suaminya. “Saya menghormati Ibu Megawati sebagai presiden sebelum saya, kakak saya, hubungan saya dengan almarhum Pak Taufik Kiemas juga baik, jadi gak ada masalah apapun,” tuturnya.

Menurut SBY, seorang pemimpin, apalagi presiden, harus siap dikritik, difitnah, dan dihujat. Pemimpin harus kuat menghadapi serangan tersebut agar bisa menyelesaikan tugas yang diembannya secara tuntas. “Saya tidak mudah untuk mengatakan yang menggerakkan ini, pasti ini yang beroposisi, bisa salah loh,” tuturnya.

SBY mengaku tidak memiliki jawaban jika ditanya mengapa pemerintahan saat ini terkesan menuduh pihak-pihak oposisi menunggangi berbagai macam unjuk rasa. Namun Presiden Indonesia ke-6 itu menuturkan kunci yang harus dimiliki setiap pemimpin dalam menghadapi ujian seperti itu adalah dengan cara tetap menghormati para pendahulu dan tidak berburuk sangka.

SBY juga membantah jika ia dianggap dalang unjuk rasa besar menolak UU Cipta Kerja yang berujung ricuh pada Kamis pekan lalu. SBY menjelaskan kalau pun dia memiliki kemampuan menggerakkan massa dan uang yang banyak untuk membiayainya, hal tersebut tidak akan dilakukannya. “Saya tidak punya niat, tidak terpikir untuk melakukan sesuatu yang menurut saya tidak tepat dilakukan,” katanya. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here