Ditolak Dunia Internasional, Turki Keukeuh Kembalikan Museum Hagia Jadi Masjid

249

Ankara, Muslim Obsession – Pemerintah Turki di bawah Presiden Recep Tayyip Erdogan bersikeras mengembalikan museum Hagia Sophia di Istanbul menjadi masjid. Turki tak peduli meski dunia banyak menolak permintaan Turki, termasuk Amerika.

Sejak awal, rencana perubahan status Hagia Sophia kembali menjadi masjid memang menjadi masalah yang telah menarik perhatian internasional. Persoalan ini pun harus diselesaikan di meja hijau.

Pengadilan Turki pada Kamis (2/7/2020) telah mendengarkan kasus yang bertujuan mengubah. Menurut seorang pengacara, putusan pengadilan baru akan disampaikan dalam waktu 15 hari mendatang. Apakah Hagia akan kembali menjadi masjid atau tetao museum.

Hagia Sophia di Istanbul merupakan salah satu Situs Warisan Dunia yang telah didaftarkan ke UNESCO.

Dulunya, bangunan itu merupakan jantung Kekaisaran Bizantium Kristen dan kemudian menjadi pusat Kekaisaran Ottoman (Kekhalifahan Utsmaniyyah) Muslim setelah kekaisaran itu menaklukkan Konstantinopel yang kini menjadi Istanbul.

Hagia Sophia kini menjadi salah satu monumen yang paling banyak dikunjungi di Turki.

Kasus pengadilan membantah keabsahan keputusan pada 1934 yakni di awal negara Turki modern sekuler di bawah kepemimpinan Mustafa Keman Ataturk.

Keputusan itu mengubah bangunan besar abad keenam yang dikenal dalam bahasa Turki sebagai Ayasofya, dari masjid menjadi museum.

Sementara itu menurut Selami Karaman, pengacara untuk asosiasi yang membawa kasus ini mengatakan kepada wartawan setelah sidang singkat.

“Kami pikir Pengadilan akan melihat bahwa Ayasofya menjadi museum selama 86 tahun ini telah menyakiti dan membuat sedih orang-orang Turki.”

“Masjid ini, adalah properti pribadi dari Sultan Mehmet Sang Penakluk,” ungkap Karaman, merujuk pada Khalifah Utsmaniyyah yang menaklukkan Konstantinopel pada 1453 dan mengubah gereja 900 tahun di masa Bizantium itu menjadi masjid.

Kekhalifahan Utsmaniyyah membangun menara di sisi struktur kubah yang luas, sementara di dalamnya ditambahkan panel kaligrafi besar bertuliskan nama-nama Arab dari para Khalifah Muslim awal di sisi ikonografi Kristen kuno monumen itu.

Sementara menurut Patriark Ekumenis Bartholomew, kepala spiritual dari sekitar 300 juta orang Kristen Ortodoks di seluruh dunia dan berbasis di Istanbul, mengatakan mengubahnya menjadi masjid akan mengecewakan umat Kristen dan akan “memecah” Timur dan Barat.

Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo dan negara tetangga Turki, Yunani, juga mendesak Turki untuk menjaga bangunan itu sebagai museum saja.

Namun, kelompok-kelompok Turki telah lama melakukan kampanye agar mengubah Hagia Sophia menjadi masjid dengan mengatakan bahwa itu akan menjadi lebih baik dalam merefleksikan status Turki sebagai negara yang sangat Islami. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here