Ditetapkannya Museum Nabi Muhammad SAW di Indonesia, Serian Wijatno: “Itu Kehendak Allah”

499
Serian Wijatno bersama Ketua Umum DMI, HM Jusuf Kalla. (Foto: Istimewa)

Jakarta, Muslim Obsession – Wakil Sekretaris Jendral Dewan Masjid Indonesia (DMI) Pusat, Dr. Serian Wijatno merasa bangga ketika dunia Islam memercayakan Indonesia sebagai lokasi Museum Internasional Sejarah Nabi Muhammad SAW dan Peradaban Islam.

“Semua itu bisa terjadi karena kehendak Allah, tentu saja kita harus bersyukur atas kesepakatan dunia Islam yang menunjuk lokasi pembangunan museum Nabi Muhammad di negara kita, ” tegas Serian kepada Muslim Obsession di Jakarta, Jumat (6/3/2020) pagi ini.

Serian yang juga aktif di pimpinan proyek pembangunan museum bertaraf dunia ini meyakini bahwa eksistensi museum itu nantinya akan sangat bermanfaat bagi masyarakat muslim dan nonmuslim Indonesia.

Karena itu, setelah dilakukan peletakan batu pertama pembangunan museum Nabi Muhammad SAW di pantai Timur Anto, Jakarta Utara, Serian mengaku pihak Dewan Masjid Indonesia akan menjalin kemitraan strategis dengan sejumlah perguruan tinggi, lembaga pendidikan, pondok pesantren, dan lembaga riset untuk mengembangkan Museum yang juga sebagai pusat keilmuan terkait kehidupan Rasulullah SAW ini.

“Kerja sama dengan berbagai lembaga riset, pondok pesantren, perguruan tinggi, dan lembaga pendidikan Islam ini sangat penting untuk mewujudkan Museum Sejarah Nabi Muhammad SAW yang dinamis. Museum ini hendaknya menjadi pusat keilmuan agama Islam, khususnya untuk mempelajari kehidupan Rasulullah SAW secara menyeluruh,” tutur Serian yang juga salah satu tokoh muslim Tionghoa Indonesia ini.

Dikatakannya, museum ini juga akan menggunakan teknologi digital berbasis audio visual. Hal ini tentu akan memudahkan para pengunjung museum untuk lebih memahami sejarah kehidupan dan perjuangan Nabi Muhammad SAW.

“Termasuk penggunaan teknologi 3 Dimensi, Augmented Reality (Realitas Tertambat), Teknologi Informasi, dan Artificial Intelligent (Kecerdasan Buatan),” jelas Serian.

DMI, lanjut mantan atlet dunia badminton, ini akan terbuka untuk bekerja sama dengan berbagai pihak dalam mengembangkan dan memajukan museum ini.

“Tujuannya agar sebanyak mungkin elemen masyarakat Indonesia, khususnya umat Islam, mendapatkan manfaat dari keberadaan museum ini,” pungkasnya. (rud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here