Ditanya Kenapa Al-Quran Dihafal, Jawaban Hafizh Ini Bikin Haru 

181
Musabaqah Hafalan Al-Quran dan Hadist (MHQH) Pangeran Sultan Bin Abdul Aziz Alu Su’ud Tingkat Nasional ke XI (Foto: Kemenag)

Muslim Obsession – Musabaqah Hafalan Al-Quran dan Hadist (MHQH) Pangeran Sultan Bin Abdul Aziz Alu Su’ud Tingkat Nasional ke XI sudah ditutup oleh Menag Lukman Hakim Saifuddin pada akhir Januari 2019 lalu.

Perlombaan yang diselenggarakan pada 28-31 Januari 2019 di Jakarta ini merupakan acara kerjasama Kementerian Agama Republik Indonesia dengan Arab Saudi.

Ratusan penghafal Al-Quran berjuang di perhelatan tersebut. Salah satunya yaitu Aldi Fahmi Mustafa. Aldi adalah salah satu peserta kategori 20 Juz asal Lampung yang mondok di Pandan Aran, Yogyakarta.

Aldi berhasil menempati juara 1 kategori 20 Juz. Awalnya ia tidak menyangka bahwa dirinya akan mendapatkan penghargaan besar dari Menteri Agama Indonesia dan Arab Saudi.

Putra kedua dari Bapak Solihan dan Ibu Siti Munawwarah ini sudah mulai menghafal sejak usia 11 tahun dan selesai mengkhatamkan Al-Quran usia 14 tahun. Kemauan menghafal Al-Quran hadir dari diri sendiri, tidak ada perintah dan paksaan dari orangtua.

Proses menghafal Aldi jalani di Pondok Pesantren Al-Mukhlish, Kalidadi, Lampung Tengah. Setelah menyelesaikan sekolah tingkat SMA, Aldi ingin melanjutkan kuliah.

Akan tetapi, pengasuh pondok Al-Mukhlis, KH. Rofi’udin Mahfudz yang sekaligus menjadi Imam Shalat di Masjid Istiqlal belum merestui Aldi untuk pergi kuliah.

Alasannya, “nderes (ngaji) dulu setahun di pondok lagi, biar mantep, nanti pas kuliah jadi kuat hafalannya”, begitulah nasehat dari Pak Yai.

Saat ditanya motivasi terbesar menghapal Al-Quran, jawabannya yaitu “Ingin membawa Bapak dan Ummi bersama-sama masuk surga”.

Lalu, saat ditanya “Kenapa sih kok Al-Quran kamu hafal?” dengan tenang dan teduh Aldi menjawab bahwa “Siapa yang berusaha menjaga kalam Allah Swt. (Al-Quran) akan dijaga terus juga sama Allah Swt., siapa sih yang gak mau dijaga terus sama Allah Swt.? Diurus dan dimudahin hidupnya sama Allah Swt? Nah, dengan berkah menghafal Al-Quran ini, saya ingin dijaga dan dimudahkan selalu oleh Allah Swt.,” jawabnya sambil menahan haru.

Selain itu, Aldi juga berbagi tips untuk mutqin atau mantap dalam menghafal Al-Quran.

“Sebenarnya tipsnya sama seperti yang lain, para penghafal Al-Quran, yaitu muraja’ah atau mengulang-ulang hafalan, Pak Yai pernah menyarankan untuk yang sudah khatam menghafal sebaiknya muraja’ah 5 juz setiap hari, dan yang paling penting jangan cepat merasa puas dan mutqin, nanti jadi males muraja’ah, harus merasa belum lancar supaya nderes terus, pas nderes juga harus tartil (pelan-pelan) ngajinya, oh ya sambil menghafalkan letak ayat mutasyabihat atau ayat-ayat yang mirip,” tuturnya dengan nada tenang, seperti dilansir Islami.co.

Dari perlombaan MHQH ini, Aldi mendapatkan hadiah uang sebesar 48.885.000 rupiah! Saat ditanya uang tersebut untuk apa, Aldi tersenyum dan menjawab “Pingin dikasih buat umi, tapi sama umi disuruh Aldi tabung aja”.

Mahasiswa Ekonomi Islam di Universitas Islam Indonesia (UII) jalur beasiswa Hafidz ini akan berjuang lagi di tingkat internasional, yaitu The Annual Prince Sultan Competition on Memorization of Holy Qur’an and Hadeeth for ASEAN Pasific Countries’ yang akan diselenggarakan di Jakarta pada 11-14 Maret nanti.

Di akhir obrolan, Aldi menyampaikan harapan bahwa “Semoga lebih banyak lagi orang yang mempelajari Al-Quran dan mengamalkannya, semoga dengan berkah para penghafal Al-Quran ini Indonesia lebih makmur menjadi negara yang baik (baldatun thayyibah). Aamiin.” (Vina)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here