Diputuskan Jadi Masjid, Jumatan di Hagia Sophia Kembali Digelar 24 Juli

367
Pemerintah Turki menetapkan Hagia Sophia di Istanbul saat ini statusnya adalah sebuah masjid. (Foto: AFP)

Istanbul, Muslim Obsession – Pemerintah Turki menetapkan Hagia Sophia di Istanbul saat ini statusnya adalah sebuah masjid. Ketetapan ini diambil setelah pengadilan memutuskan status Hagia Sophia sebagai museum telah dicabut.

Beberapa jam setelah putusan pengadilan, Jumat (10/7/2020), Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa umat Islam Turki akan mulai menggelar Shalat Jumat di Hagia Sophia pada 24 Juli 2020 mendatang.

“Adanya putusan pengadilan ini, dan dengan langkah-langkah yang kami ambil sejalan dengan putusan ini, Hagia Sophia kini menjadi masjid lagi setelah 86 tahun, seperti yang diinginkan Al-Fatih, penakluk Istanbul,” kata Erdogan dalam pidato nasional, mengutip Reuters, Sabtu (11/7/2020).

Baca juga: Turki Hari Ini Putuskan Hagia Sophia Kembali Jadi Masjid Atau Museum

Erdogan menegaskan, Hagia Sophia yang berusia hampir 1.500 tahun akan tetap terbuka untuk Muslim, Kristen, dan orang asing. Namun, kata dia, Turki telah menggunakan hak kedaulatannya untuk mengubahnya menjadi masjid dan akan menafsirkan setiap kritik terhadap langkah itu sebagai serangan terhadap kemerdekaannya.

“Seperti semua masjid kami, pintu Hagia Sophia akan terbuka untuk semua, penduduk lokal dan asing, Muslim dan non-Muslim,” kata Erdogan, yang sebelumnya pada hari Jumat menandatangani pada Direktorat Urusan Agama yang mengelola situs Hagia Sophia.

Erdogan, yang mencitrakan diri sebagai seorang Muslim yang saleh, mendukung kampanye pengubahan status Hagia Sophia sebagai masjid sebelum pemilu lokal tahun lalu yang merupakan pukulan menyakitkan bagi Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) yang berakar pada Islam dan merupakan partai berkuasa saat ini.

Baca juga: Ditolak Dunia Internasional, Turki Keukeuh Kembalikan Museum Hagia Jadi Masjid

Para anggota AKP berdiri dan bertepuk tangan di parlemen pada hari Jumat ketika putusan pengadilan dibacakan. Di Istanbul, ratusan orang berkumpul di dekat Hagia Sophia untuk merayakan putusan itu.

Sejumlah Negara Kecewa

Sejumlah negara mengritik perubahan status Hagia Sophia. Rusia, Yunani, Amerika Serikat, Uni Eropa dan para pemimpin gereja menyatakan keprihatinan tentang perubahan status Situs Warisan Dunia UNESCO tersebut.

Sejarah mencatat, Hagia Sophia pernah menjadi pusat perhatian di era kekaisaran Byzantium Kristen dan Kekaisaran Ottoman Muslim. Dan saat ini Hagia Sophia menjadi salah satu monumen yang paling banyak dikunjungi masyarakat di Turki.

Departemen Luar Negeri AS yang mendesak Turki untuk mempertahankan bangunan itu sebagai museum, mengungkapkan kekecewaannya dengan keputusan tersebut. Kementerian kebudayaan Yunani menggambarkan putusan pengadilan Turki sebagai “provokasi terbuka” bagi dunia yang beradab.

Baca juga: Turki Bersumpah Bangun Kekuatan Islam Melawan Israel

Sementara UNESCO mengatakan menyesal bahwa perubahan status itu tidak diberitahukan sebelumnya dan sekarang akan meninjau status bangunan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.

Erdogan berusaha mengubah Islam menjadi arus utama politik Turki dalam 17 tahun kepemimpinannya. Dia diketahui sejak lama ingin memulihkan status Hagia Sophia yang diubah menjadi museum pada hari-hari awal negara Turki sekuler modern di bawah Mustafa Kemal Ataturk.

Hagia Sophia adalah milik Sultan Mehmet II yang merebut kota pada tahun 1453 dan mengubah katedral Ortodoks Yunani yang sudah berusia 900 tahun menjadi masjid.

Ottoman membangun menara di samping struktur kubah yang luas, sementara di dalamnya mereka menambahkan panel bertuliskan nama-nama dalam bahasa Arab, seperti Allah, Nabi Muhammad, dan khalifah Muslim. Mosaik emas dan ikon Kristen, dikaburkan oleh Ottoman, ditemukan kembali ketika Hagia Sophia menjadi museum. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here