Dinilai Tak Berfungsi, Pemerintah AS Tutup Kantor PLO

543
The Palestine Liberation Organization office is seen in Washington (Foto: The Atlantic)

Washington, Muslim Obsession – Pemerintah Amerika Serikat (AS) memutuskan menutup Kantor Organisasi Pembebasan Palestina (Palestine Liberation Organization/PLO) di Washington.

Dalam pidato publik, Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih, John Bolton, mengatakan keputusan untuk menutup kantor PLO didasarkan pada penilaian Pemerintah AS bahwa organisasi tersebut tidak berfungsi dalam mengambil langkah-langkah konkret untuk negosiasi perdamaian Palestina-Israel.

“PLO tidak mengambil langkah untuk memajukan dimulainya negosiasi langsung dan bermakna dengan Israel,” kata Bolton seperti dikutip dari The Atlantic, Rabu (12/9/2018).

Menurut dia, pemimpin PLO juga tidak menunjukkan niat baik untuk bekerja sama, bahkan telah mengutuk rencana perdamaian yang ditawarkan AS dan menolak untuk terlibat dengan upaya pemerintah AS tersebut.

Sejumlah pengamat menilai keputusan tersebut merupakan pukulan terbaru bagi Palestina, setelah sebelumnya pemerintahan Presiden AS, Donald Trump, memutuskan untuk memotong lebih dari US$ 200 juta dana bantuan ekonomi kepada negara itu.

Di lain pihak, keputusan pemerintah AS dinilai semakin berpihak dan menguntungkan Israel, setelah Presiden Trump mengumumkan mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan memindahkan kedutaan besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem pada tahun ini.

Para pejabat Palestina mengecam keputusan itu dan menilainya sebagai “deklarasi perang terhadap upaya untuk membawa perdamaian ke wilayah itu.

“Keputusan itu adalah penegasan lain dari kebijakan pemerintahan Trump untuk secara kolektif menghukum rakyat Palestina,” kata Sekretaris Jenderal PLO, Saeb Erekat. (Bal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here