Dinasti Abbasiyah Pelopor Pengembangan Ilmu Pengetahuan

2666

Sementara itu pada masa kepemimpinan Al Ma’mun putra Harun Al-Rasyid, bidang pendidikan adalah hal yang paling utama yang diperhatikan. Pada masanya, peradaban Islam di bidang keilmuan mencapai masa keemasannya. Karena kecintaan terhadap ilmu Filsafat, Khalifah Al Ma’mun menggalakkan penerjemahan buku filsafat barat ke dalam bahasa arab supaya mudah dipelajari.

Bahkan, Khalifah Al Ma’mun rela membayar sebagian kalangan orang non-muslim untuk menerjemahkan buku-buku tersebut ke dalam bahasa arab. Bukan hanya itu, banyak juga fasilitas pendidikan yang dibangun seperti madrasah dan lainnya. Salah satunya adalah Baitul Hikmah yang menjadi pusat penerjemahan sekaligus perguruan tinggi yang dilengkapi dengan perpustakaan besar. Pada masa al-Ma’mun inilah Baghdad mulai menjadi pusat kebudayaan dan ilmu pengetahuan.

Para ilmuwan pada masa Dinasti Abbasiyah melakukan banyak kajian keilmuan dengan cara menerjemahkan buku-buku dari Yunani lalu mempelajarinya. Dengan cara seperti itulah ilmu pengetahuan dapat berkembang dengan sangat pesat.

Dilihat dari permulaan pemerintahan Bani Abbasiyah, ternyata banyak sekali perubahan yang telah dilakukan, lebih banyak dari masa pemerintahan sebelumnya yaitu Dinasti Bani Umayyah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here