Dinas Kesehatan Pontianak Bantah Kematian RWP Karena Vaksin MR

470
Imunisasi MR menuai polemik (Foto: Media Indonesia)

Pontianak, Muslim Obsession – Kementerian Kesehatan RI menyampaikan empati terhadap adanya berita kematian seorang siswa sekolah dasar di Pontianak, RWP (L,12 tahun), yang sebelumnya diberitakan dan dikaitkan dengan pemberian vaksin Measles Rubella (MR).

Seperti dikutip Muslim obsession dari rilis Depkes, Rabu (15/8/2018) Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, dr. Sidiq Handanu, menyatakan bahwa program imunisasi bukanlah sesuatu hal yang baru, imunisasi campak telah dilakukan sejak 20 tahun lalu.

”Biasanya imunisasi kan campak saja. Sekarang ini ditambah (kandungannya) menjadi imunisasi campak dan rubella,” ujarnya pada konferensi pers terkait kasus meninggalnya RWP yang dikaitkan dengan imunisasi MR.

Ditambahkan oleh dr. Sidiq bahwa sesuai prosedur yang biasa dilakukan Puskesmas, sebelum dilakukan imunisasi, setiap anak diberikan formulir yang harus dilengkapi dan diisi oleh orangtua.

Formulir itu berisi informasi terkait riwayat penyakit maupun kondisi kesehatan. Selain itu, petugas kesehatan juga melakukan screening agar diketahui apakah anak tersebut layak vaksin atau tidak.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Komite Daerah (Komda) Penanggulangan dan Pengkajian Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) di Provinsi Provinsi Kalimantan Barat, dr. James Alvin Sinaga, Sp.A., melaporkan hasil investigasi kasus tersebut. Kejadian ini, seperti yang diungkapkan dr. James, tidak berhubungan dengan imunisasi MR.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here