Din: Tahun Politik, Ada Gelagat Ketegangan Konflik Bernuansa Agama

594
Din Syamsuddin
Ketua Wantim MUI Din Syamsuddin (Foto: dinsyamsuddin.com)

Jakarta, Muslim Obsession – Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerja Sama Antar Agama dan Peradaban, Din Syamsuddin mengatakan kerukunan bangsa relatif baik, tapi tidak boleh menutup mata ada potensi konflik bernuansa keagamaan.

“Kita saksikan bersama bahwa ada gejala dan gelagat ketegangan konflik terutama di seputar agenda politik, kita tidak bisa menutup mata,” ujarnya di Hotel Grand Sahid Jaya, Kamis (8/2/2018).

Meski tahun ini adalah tahun politik, menurut Din hal tersebut tidak akan mengurangi kerukunan yang cukup kuat antaragama, bahkan dari permaslahan itu bisa menjadi modal dasar agama untuk mengedepankan kerukunan. Selain itu diselenggarakan Musyawarah Besar Pemuka Agama untuk Kerukunan Bangsa ini bukan ditujukan untuk menghadapi tahun politik.

“Sebenarnya acaran ini tidak secara khusus dirancang untuk tahun politik, 2018-2019. Dan saya memahami banyak yang memperesoalkan agama dan politik. Tapi ada agama Katholik, Kristen memisahkan antara agama dan gereja,” katanya.

“Tapi islam memandang ada hubungan yang erat, ada kesatuan dimana Islam berpangkal pada tauhid yang mengatur seluruh aspek kehidupan termasuk politik,” tambahnya.

Din mengakui politik tidak bisa terlepas dari agama, karena menurut dia, jika politik tidak diinovasi oleh agama akan liar.

“Kita setuju jangan mengkaitkan agama secara tidak benar, karena hal itu termasuk politisasi agama. Tapi tidak semua pengaitan agama itu politisasi, boleh jadi bersifat substansialisasi,” tegasnya. (Iqbal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here