Din Syamsuddin Tolak Jadi TKN, Ini Alasannya

418
Din-Syamsuddin
Din-Syamsuddin (Foto: dinsyamsuddin.com)

Jakarta, Muslim Obsession – Ketua Tim Pemenangan pasangan Joko Widodo-KH. Ma’ruf Amin hingga kini masih belum ditentukan. Sejumlah nama pesohor sempat muncul dan menjadi nominasi, termasuk Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin.

Din, mengaku sempat ditawari menjadi Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Jokowi-Kiai Ma’ruf, permintaan itu datang dari Koordinator Staf Khusus Kepresidenan Teten Masduki dan Staf Khusus Presiden Ruhaeni Dzuhayatin.

“Namun saya belum percaya kalau Pak Jokowi dan Pak Ma’ruf sendiri menyampaikan kepada saya, makanya saya tak jawab waktu itu,” katanya di kantor MUI, Jakarta, Rabu (29/8/2018).

“Kalau ada suara lain yang membawa pesan Presiden untuk diminta kesediaan menjadi ketua timses saya kan tidak boleh percaya begitu,” tambahnya.

Meski demikian, tokoh Muhammadiyah itu secara tegas menolak menjadi Ketua TKN. Beberapa pertimbangannya yakni ia masih menjabat di beberapa organisasi seperti MUI, Muhammdiyah, dan lainnya. Maka secara etika, ia menilai tidak pantas untuk bergabung dalam politik praktis.

“Kalau seandainya saya ditanya, saya jelas tidak bersedia karena saya mantan Ketua Umum Muhammadiyah, sekarang masih mempunyai jabatan sebagai ketua ranting. Saya harus menegakkan organisasi Muhammadiyah tidak terlibat politik kekuasaan. Maka tidak terlibat dalam dukung-mendukung kubu mana pun,” jelasnya.

“Saya juga berada dalam posisi lintas, saya mempunyai gerakan lintas agama
dan suku karena itu saya harus menjaga juga keseimbangan antara kawan-kawan yang berada di organisasi saya,” sambungnya.

Selain itu, status Din sebagai seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) pun tidak membolehkan dirinya terlibat dalam politik praktis. Sehingga ia tidak mungkin menerima pinangan sebagai Ketua Tim Pemenangan.

“Alasan penting saya ini PNS, dosen, guru besar di UIN Jakarta, tidak boleh ikut politik kekuasaan. Maka yang ngajak-ngajak saya ikut timses mana pun harus tahu saya ini PNS, tidak boleh,” pungkasnya. (Bal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here