Din Syamsuddin: Pemerintah Harus Konsekuen!

230
Din Syamsuddin
Din Syamsuddin (Foto: Dinsyamsuddin.com)

Jakarta, Muslim Obsession – Dewan Pertimbangan MUI mendesak pemerintah untuk melaksanakan secara konsekuen peraturannya sendiri tentang PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), yakni dengan tidak mengizinkan kegiatan-kegiatan yang mendorong orang berkerumun di tempat-tempat umum.

Hal itu ditegaskan mengingat Covid-19 masih merebak di seluruh Indonesia, dan korban yang dinyatakan positif masih bertambah.

“Peraturan tersebut perlu dilaksanakan secara berkeadilan, jangan melarang umat Islam bershalat jamaah di masjid tapi mengizinkan orang banyak menumpuk di bandara dan tempat keramaian lain,” tegas Ketua Dewan Pertimbangan MUI Prof. Dr. M. Din Syamsuddin dalam keterangan persnya, Selasa (19/5/2020).

Selain itu, pemerintah juga diminta untuk bersimpati dengan penderitaan rakyat yang mengalami kesusahan hidup karena menganggur, sementara bantuan sembako tidak terbagi merata.

“Mengapa pada saat demikian pemerintah justeru mempelopori acara seperti konser musik yang tidak memperhatikan protokol kesehatan, dan terkesan bergembira di atas penderitaan rakyat. Bukankah sebaiknya dalam keadaan penuh keprihatinan kita semua meningkatkan doa dan munajat ke hadirat Sang Pencipta, Allah SWT, sesuai dengan Sila Ketuhanan Yang Maha Esa dan Sila Kemanusiaan yang adil dan beradab?” lanjutnya.

Kepada rakyat Indonesia, khususnya umat Islam, Prof. Din mengimbau agar tetap mematuhi anjuran para ahli kesehatan untuk menjaga jarak sehat secara fisik (physical distancing), yakni dengan menghindari kerumunan yang dapat mendorong penularan Covid-19.

Selain itu, umat Islam juga diminta agar tetap konsisten menaati Fatwa MUI untuk sementara waktu mengalihkan shalat berjamaah, termasuk shalat Idul Fitri, ke rumah masing-masing, dan anjuran para ahli kesehatan (ahl al-dzikri) untuk selalu menerapkan prinsip physical distancing dengan tidak berkerumun.

“Tidak perlu ada yang “membalas dendam” terhadap ketidakadilan Pemerintah tersebut dengan keinginan berkumpul di masjid-masjid (sebagaimana yang banyak beredar di media sosial atau bertanya langsung),” sambungnya.

Prof. Din juga meningatkan umat Islam sebagai warga negara yang baik, untuk selalu menampilkan teladan yang baik (qudwah hasanah). Meski pihak lain melanggar, tapi umat Islam diminta dapat menahan hawa nafsu untuk tidak terjebak ke dalam kesesatan.

“Kepada umat Islam agar pada hari-hari akhir Ramadhan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT, berdoa ke hadiratNya untuk melimpahkan ma’unah-Nya atas Bangsa Indonesia sehingga terbebas dari Wabah Corona, serta dari marabahaya dan malapetaka,” tutupnya. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here