Din Syamsuddin: HLC-WMS Akan Lahirkan Bogor Message

573
Din-Syamsuddin
Din-Syamsuddin (Foto: dinsyamsuddin.com)

Jakarta, Muslim Obsession – Kantor Utusan Khusus Presiden RI Untuk Dialog dan Kerja Sama Antar Agama dan Peradaban (UKP-DKAAP) akan menyelenggarakan High Level Consultation of World Muslim Scholars On Wasatiyyat Islam (HLC-WMS) di Bogor, 1-3 Mei dan Jakarta 4 Mei 2018.

HLC-WMS tersebut rencananya akan dibuka oleh Presiden RI, Joko Widodo dan ditutup oleh Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla.

UKP-DKAAP, Din Syamsuddin menjelaskan, sebelum pelaksanaan HLC-WMS, diadakan empat kali halaqah mengenai Islam Wasatiyah dengan mengundang para pakar. Kemudian, dilanjutkan dengan dua kali symposium di Surakarta dan Jakarta untuk mempersiapkan buku mengenai Islam Wasatiyah yang akan dibahas dalam HLC-WMS.

Buku tersebut disusun oleh steering Committee yang diketuai oleh Azyumardi Azra dibantu oleh Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini dan Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti. Di dalam buku dibahas mengenai konsepsi Islam wastiyah, implementasinya dari masa ke masa sejak zaman Nabi Muhammad, pengalaman Indonesia mengimplementasikan Islam Wasatiyah, serta tantangan dan peluang Islam Wastiyah dalam peradaban global.

“HLC-WMS akan melahirkan Bogor Message, dokumen penting yang bisa menjadi acuan umat manusia dalam mengembangkan peradaban melalui prinsip jalan tengah,” jelas UKP-DKAAP, Din Syamsuddin dalam rilis yang diterima Muslim Obsession, Senin (9/4/2018).

Lebih lanjut Din Syamsuddin menjelaskan, forum HLC-WMS dapat menjadi ajang promosi konsep Islam Wastiyah yang berkembang di Indonesia. Dirinya optimis konsep Islam Wasatiyah ala Indonesia dapat menjadi model di dunia untuk menyelesaikan permasalahan global. Iya menjelaskan, prinsip wasatiyah selain bermakna jalan tengah tetapi juga berkonotasi sebagai pemimpin.

“Konsep Islam Wasatiyah adalah jalan tengah dalam bermasyarakat dan bernegara. Mengedepankan ajaran yang rasional, moderat, adil, toleran, dan bertenggang rasa,” tuturnya.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Streering Committee yang juga Sekjen PBNU, Helmy Faishal Zaini menilai bahwa penyelenggaraan HLC-WMS merupakan salah satu langkah dalam menjalankan amanat UUD 1945. Ia mengatakan, ini sebagai bagian dari keikutsertaan Indonesia dalam menciptakan perdamaian dunia.

“Jadi ini merupakan narasi besar tokoh agama Islam dunia untuk menciptakan perdamaian, dengan mangambil pengalaman Indonesia,” katanya.

Helmy mengatakan, dalam buku yang akan dibedah dalam HLC-WMSada beberapa tawaran yang disodorkan oleh Indonesia. Pertama, mengenai konsepsi Islam Wasatiyah. Selama ini, beberapa negara lain seperti Mesir, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, dan Malaysia juga memiliki gerakan Islam Wasatiyah. Tetapi, ada perspektif lain yang ditawarkan oleh Indonesia.

Kedua, pengalaman Indonesia menerapkan Islam Wasatiyah memberikan tawaran mengenai fungsi agama. “Di Indonesia, peran organisasi masyarakat sipil kalangan Islam menempatkan agama berfungsi sebagai sarana teologi pembebasan dari kelaparan dan ketakutan”, pungkasnya.

Dalam kegiatan tersebut akan hadir 40 tokoh ulama dan cendikiawan dunia dari berbagai negara. Utamanya, Imam Besar Al-Azhar, Yang Mulia Ahmed Ath-Thayyeb dan President of The Forum Promoting Peace in Muslim Society and Vice President of International Union of Muslim Scholars, Prof. Dr. Abdullah bin Bayyah yang akan menjadi pembicara kunci. Selain itu juga hadir sekitar 50 tokoh ulama dan cendikiawan muslim Indonesia. (Bal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here