Dilantik Sebagai Rektor UIN Sunan Kalijaga, Berikut Profil Prof Al Makin

289

Jakarta, Muslim Obsession – Setelah melewati test seleksi yang begitu ketat, akhirnya Prof Dr Phil Al Makin, M.A terpilih sebagai rektor baru Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta menggantikan rektor sebelumnya, Prof Yudian Wahyudi yang kini menjabat sebagai Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Al Makin juga sudah dilantik Menteri Agama Fachrul Razi bersama para pejabat eselon II di lingkungan Kementerian Agama. Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan berlangsung dengan menerapkan protokol Covid-19 di Auditorium HM Rasjidi Kantor Kementerian Agama Jalan MH Thamrin Jakarta, Jumat (10/7).

Perjuangan Al Makin untuk bisa menempati posisi nomor wahid di UIN Sunan Kalijaga tidaklah mudah. Dia harus bersaing secara keilmuan dan pengalaman bersama sembilan guru besar lainnya yang ikut mendaftar sebagai rektor. Berkat ikhtiar dan doanya, pria kelahiran Bojonegoro 12 September 1972 itu akhirnya terpilih sebagai rektor.

Pencapaian ini tentunya patut diapresiasi. Pasalnya diumurnya yang ke 47 tahun, ia sudah bisa menempati posisi puncak di UIN. Al Makin adalah alumni UIN Sunan Kalijaga saat pertama kali kuliah S 1 pada tahun 1991 jurusan Tafsir Hadits, Fakultas Ushuludfin dan lulus pada tahun 1995.

Dikenal sebagai mahasiswa yang cerdas dan aktif di organisasi pergerakan mahasiswa Islam, HMI, ia kemudian memilih konsen mengeluti dunia akademik, berbeda dengan para alumni dan aktivis lain yang memilih menjadi seorang politisi. Meski begitu, hasilnya kini tak mengecewakan.

Usai lulus dari UIN Sunan Kalijaga, Al Makin kemudian melanjutkan studi ke luar negeri. S2 di The Institute of Islamic Studies, McGill University, Kanada (1999), dan meraih S3 di Universitas Heidelberg, Jerman (2008).

Al Makin merupakan dosen senior yang aktif di Program Studi Sosiologi Agama, UIN Sunan Kalijaga. Selama ini ia mengampu mata kuliah Orientalisme dan Oksidentalisme serta Sosiologi Pengetahuan.

Sebelum terpilih sebagai Rektor, Al Makin juga dipercaya menjadi Ketua LP2M (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat) dan Editor in chief, “Al Jam’iah”, International Journal of Islamic Studies. Anggota Akademi Ilmuwan Muda Indonesia.

Al Makin juga aktif sebagai peneliti dan dosen tamu di beberapa universitas mancanegara, antara lain: University of Western Sydney, Australia, Heidelberg University, Jerman, Asia Research Institute, National University of Singapore, French Business School ESSEC, Asia Pacific, Singapore, Bochum University, Jerman , dan McGill University.

Alumni McGill University ini menyampaikan pidato guru besar pada tahun 2018 dengan judul “Bisakah Menjadi Ilmuwan di Indonesia? Keilmuan-Birokrasi dan Globalisasi.”

Sepak terjang Al Makin di dunia akademik selalu cemerlang. Ia sering terlibat dalam penelitian internasional hingga menjadi reviewer dan editor jurnal internasional.

Sejumlah karya fenomenalnya telah berlisensi HaKI, di antaranya buku “Antara Barat dan Timur”, “Keragaman dan Perbedaan”, “Representing the Enemy”, hingga aplikasi pengindeks Moraref yang kemudian digunakan oleh Kementerian Agama.

Pada disertasi Dr. phil di Heidelberg University, Al Makin meneliti tentang kemunculan Islam dan situasi Jazirah Arab abad tujuh Masehi. Makin mengangkat para “nabi” dan kelompok-kelompok keagamaan yang gagal bertahan sebagai komunitas dan agama.

Dalam hal ini, dia mempelajari Musaylama yang dikenal dengan sebutan sang pembohong, al-Kadzdzab. Sejak tahun 2006 sampai 2016 Al Makin menulis kolom opini secara rutin di koran The Jakarta Post. Dalam tulisan-tulisannya, ia mengetengahkan berbagai isu di negeri ini yang menyangkut agama, politik, budaya, dan kritik sosial.

Berbagai pandangan baru bertumpu pada isu keragaman, minoritas, cinta tanah air, dan isu-isu global. Tanggapan warga Muslim Indonesia terhadap pidato Paus Benedict XVI tahun 2006 di Regensburg, Jerman misalnya menjadi perhatian, begitu juga praktek ibadah puasa dan tradisi Ramadan di Indonesia.

Berbagai pengalaman hingga prestasi tersebut tentunya menjadi fondasi kepercayaan bagi Al Makin untuk memimpin UIN Sunan Kalijaga pada periode selanjutnya. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here