Dikhitan Bareng Mamiek Prakoso, Berikut Fakta Didi Kempot yang Tak Diketahui Banyak Orang

23379
Mamiek Prakoso dan Didi Kempot.

Muslim Obsession – Kabar duka menyambangi Tanah Air, pagi tadi. Legenda campursari, Didi Kempot, meninggal dunia di Solo, Selasa (5/5/2020), pukul 7.30 pagi.

Siapa yang tak kenal Didi Kempot. Lagu-lagunya yang melankolis mewakili perasaan banyak orang dan kerap menjadi trending topic di media sosial. (Baca: ‘Lord Didi’ Berpulang, Ini Profil Singkatnya..)

‘Lord Didi’, demikian fans seniman kelahiran Surakarta, 31 Desember 1966 itu boleh dibilang sebagai penyanyi campursari paling ternama. Ia juga dijuluki Godfather of Brokenheart karena lagu-lagunya yang menyayat hati itu.

Seperti kebanyakan orang sukses lainnya, tentu tak mudah bagi pemilik nama lahir Dionisius Prasetyo ini mencapai kesuksesan seperti sekarang ini. Adik kandung musisi almarhum Mamiek Prakoso ini mengalami pahit dan getirnya perjuangan menjadi seorang penyanyi campursari hingga akhirnya ia dikenal hingga seantero Nusantara.

Berikut ini sejumlah fakta seputar Didi Kempot yang mungkin tak banyak diketahui orang:

Jual Sepeda untuk Dibelikan Gitar

Berasal dari keluarga seniman, Didi Kempot memiliki tekad kuat untuk jadi seniman juga. Pilihannya, seniman musik. Ada kisah menarik saat Didi ingin mulai serius menekuni dunia musik, salah satunya ketika ia dengan terpaksa menjual sepeda demi memiliki gitar.

Dilansir Gelatik Record Indonesia, awalnya Didi belajar main gitar dengan meminjam kepunyaan teman sekelasnya di SMA. Karena ingin punya gitar sendiri, secara sukarela sepeda Jengki hadiah ulang tahun pemberian Ranto Gudel (ayahnya) dijual dengan harga Rp.4000,- untuk membeli gitar. Tak ada satupun keluarga Didi yang tahu sepedanya sudah dijual.

Sayangnya, Didi diketahui tak menyelesaikan pendidikan SMA-nya. Ia memilih berhenti sekolah demi mencapai cita-citanya sebagai seorang seniman seperti ayahnya. Bahkan, sang ayah juga sempat mengatakan kepadanya bahwa untuk menjadi seorang seniman tidak harus sekolah tinggi melainkan bakat dan kemampuan yang mumpuni.

Asal Nama ‘Kempot’

‘Kempot’ tentu saja bukan nama asli Didi. Ia terlahir dengan nama Dionisius Prasetyo atau Didi Prasetyo. Nama ‘Kempot’ merupakan singkatan dari Kelompok Penyanyi Trotoar. Saat itu, ia mengawali perjalanan kariernya sebagai penyanyi dengan mengamen di jalanan sepanjang Solo dan Yogyakarta pada tahun 1984 – 1989.

Ia mencari uang dari bus ke bus untuk mendapatkan rezeki. Bermodalkan ukulele dan kendhang, Didi Kempot mengamen selama tiga tahun. Setelah itu ia hijrah ke Jakarta untuk mengadu nasib sekaligus mencari produser agar bisa masuk dapur rekaman.

Akhirnya Didi merilis album pertamanya pada tahun 1999 berjudul “Stasiun Balapan”, yang membuat namanya dikenal sampai sekarang ini.

Dikhitan Bareng Mamiek Prokoso

Tak banyak orang tahu bahwa Didi Kempot merupakan adik seniman Srimulat, Mamiek Prakoso. Keduanya bahkan disebut sebagai saudara yang sangat dekat. Jarak usia keduanya yang hanya 5 tahun membuat Didi sangat dekat dengan Mamiek.

“Saya dan Mas Mamiek itu dikhitan bareng,” jawab Didi mantap. “Selalu. Di rumah juga, ya bapak saya tidak kaya, tidur pun ya sama dia [Mamiek]. Berdua,” sambung Didi mengenang almarhum Mamiek.

Didi mengakui jika mendiang Mamiek merupakan sosok di balik kesuksesannya. Mamiek merupakan kakak sekaligus teman Didi ketika keduanya dididik seni oleh ayah mereka, Ranto Edi Gudel atau Mbah Ranto yang berprofesi sebagai pemain ketoprak.

Sejak kecil, Mamiek dan Didi yang berjarak usia lima tahun, selalu diajak Mbah Ranto ke lokasi bekerja. Keduanya duduk menyaksikan ayah mereka pentas, melawak, bermain musik, hingga membuat lagu.

Didi mengingat ia dan Mamiek biasa duduk di tempat alat musik gamelan. Sembari bermain dengan Mamiek, Didi memperhatikan ayahnya berlatih. Sesekali, Mbah Ranto memberikan nasihat kepada Didi dan Mamiek mengenai dunia seni.

Jadi Mualaf pada 1997

Dilansir Gelatik Record Indonesia, Didi sebenarnya dulu seorang penganut agama Kristen’ karena ia terlahir dari ibu yang beragama Kristen. Namun semenjak menikahi Yan Vellia yang merupakan partner kerjanya di konser-konser outdoor justru membuatnya menjadi mualaf pada tahun 1997.

Didi bahkan sempat meluncurkan lagu berjudul ‘Islam Nusantara’ untuk mendukung gerakan keislaman yang diusung Nahdlatul Ulama. Bahkan ia juga sempat terlibat dalam ‘Pengajian Lucu’ bareng Gus Miftah, dai kondang asal Yogyakarta. (Fath)

5 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here