Diaspora Indonesia pun Ikut Lomba Kerupuk di Jenewa

453

Jenewa, Muslim Obsession – Perutusan Tetap Republik Indonesia (PTRI) untuk PBB, WTO, dan Organisasi Internasional lainnya di Jenewa menyelenggarakan “Pesta Rakyat”, yang bertempat di Wisma Wakil Tetap (Watap) RI di Jenewa, Swiss.

Penyelenggaraan Pesta Rakyat tahun ini dihadiri oleh sekitar 250 diaspora Indonesia yang dengan bersemangat dan aktif meramaikan berbagai kegiatan dalam Pesta Rakyat ini.

“Konsep Pesta Rakyat tahun 2018 ini dikemas dengan beragam ekspresi budaya tradisional Indonesia yang dimaksudkan untuk meneguhkan kembali identitas Indonesia dan mengingatkan kembali kekayaan budaya tanah air kepada diaspora Indonesia, termasuk anak-anak dan generasi muda Indonesia yang lahir dan tumbuh besar di Swiss”, ujar Watap RI untuk PBB, WTO dan Organisasi Internasional lainnya di Jenewa, Duta Besar Hasan Kleib.

Untuk melengkapi nuansa nusantara, disediakan stand-stand berbagai hidangan kuliner asal tanah air, yang diantaranya adalah sate, pempek, nasi padang, siomay, es teler, es dawet, pecel ayam, mie bakso, asinan sampai rempeyek. Di sudut lainnya hadir bazar aneka kerajinan khas nusantara diantaranya batik, kebaya dan pernak pernik.

Selain sebagai ajang bersilaturahmi, pada Pesta Rakyat ini juga hadir Warung Konsuler KBRI Bern dan tenda PPLN (Panitia Pemilihan Luar Negeri). Dengan demikian, “negara hadir” untuk memberikan pelayanan kepada WNI untuk mengurus paspor dan dokumen ke-konsuleran terkait, serta untuk melakukan pendataan calon pemilih pada Pemilu 2019.

Dilansir Kemlu, Jumat (17/8/2018) Pesta Rakyat juga dimeriahkan dengan berbagai perlombaan khas masyarakat Indonesia untuk anak-anak, remaja maupun dewasa seperti makan kerupuk, balap karung dan tarik tambang, serta perlombaan tradisional yang diantaranya yaitu galasin dan demonstrasi pencak silat. Untuk lebih memeriahkan acara, diberikan pula hadiah door prizes dari home staff PTRI Jenewa kepada masyarakat, termasuk local staff PTRI.

Duta Besar Hasan Kleib menekankan maksud dari penyelenggaraan perlombaan tradisional adalah untuk mengingatkan para WNI di Jenewa bahwa upaya untuk menjaga dan melestarikan warisan budaya Indonesia perlu dilakukan oleh semua pihak di manapun kita berada. Hal ini mengingat permainan tradisional adalah traditional knowledge, yang bersama-sama dengan traditional cultural expressions, diakui oleh WIPO (World Intellectual Property Rights) sebagai local wisdom yang perlu terus dijaga kelestariannya.

Diaspora Indonesia menyambut baik inisiatif PTRI Jenewa dan mengharapkan kerjasama antara PTRI dan WNI di Jenewa terus berlanjut.

“Ibarat pepatah, jauh di mata dekat di hati, Pesta Rakyat merupakan obat rindu pada tanah air, melepas kangen pada kuliner Indonesia, bersilaturahmi, juga berbagi kegembiraan bersama”, ungkap Ketua Asosiasi Indonesia Jenewa (AIJ), Erwan Nasution, yang telah hampir 20 tahun menjadi arsitek di Jenewa. Erwan menambahkan bahwa karena banyak warga asing yang juga hadir, acara Pesta Rakyat bisa juga menjadi ajang untuk memperkenalkan kebudayaan Indonesia ke masyarakat asing.

Pada Pesta Rakyat 2018 ini, juga diumumkan pemenang pertandingan olahraga seperti tenis meja, catur, bulu tangkis dan gaple, yang telah diselenggarakan sebelumnya pada Pekan Olah Raga PTRI Jenewa 2018 dalam rangka peringatan HUT RI ke-73. (Vina)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here