Diarsiteki Non-Muslim, Masjid Istiqlal Dikagumi Raja Salman

2808
masjid-istiqlal
Masjid Istiqlal

MuslimObsession.com – Kamis, 2 Maret 2017. Pandangan Raja Salman tampak menyisir beberapa sudut Masjid Istiqlal. Sesekali ia juga mengangguk saat mendengarkan Ketua Badan Pelaksana Masjid Istiqlal menjelaskan sejarah masjid terbesar di Asia Tenggara tersebut.

“Raja Salman mengaku bersyukur bisa berziarah ke Istiqlal. Beliau juga sangat kagum dengan sejarah Istiqlal yang juga sangat khas bagi Indonesia,” kata Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin usai mendampingi Raja Arab Saudi tersebut.

Masjid Istiqlal memang melegenda. Namanya pun sudah terdengar di mana-mana.

Inilah masjid kebanggaan masyarakat Indonesia dengan arsitektur unik serta bangunan yang besar dan megah. Tapi tahukah Anda, jika Istiqlal diarsiteki non-muslim dan membutuhkan waktu hingga 17 tahun untuk membangunnya?

Raja Salman di Indonesia
Raja Salman saat berkunjung ke Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis (2/3/2017) lalu.

Ya, untuk membangun masjid terbesar di Asia Tenggara ini pemerintah Indonesia membutuhkan waktu yang tak sebentar. Didirikan di era Orde Lama saat Bung Karno menjadi presiden, masjid yang dapat menampung 200 ribu jamaah ini baru diresmikan oleh presiden berikutnya, Soeharto.

Kisah dibangunnya Masjid Istiqlal bermula pada tahun 1950 atas usulan KH. Wahid Hasyim yang kala itu menjabat Menteri Agama RI pertama. Ayah dari KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur itu lalu mengundang sejumlah tokoh muslim, di antaranya H Agus Salim, H Anwar Tjokroaminoto (putra HOS Tjokroaminoto), dan Ir Sofwan.

Usulan KH. Wahid Hasyim pada pertemuan itu segera direspon dengan menggelar rapat akbar yang mengumpulkan sekitar 300 ulama di bawah pimpinan KH Taufiqurrahman di Gedung Deca Park, Jakarta.

Pada 1953, dipimpin H Anwar Tjokroaminoto, hasil rapat akbar yang bermaksud membangun masjid nasional itu disampaikan kepada presiden. Mendengarnya, Bung Karno sangat senang dan berjanji untuk mendukung sepenuhnya pembangunan masjid nasional tersebut. Kemudian Yayasan Masjid Istiqlal disahkan dihadapan notaris Elisa Pondag pada tanggal 7 Desember 1954.

Presiden Soekarno tak hanya senang. Ia juga terlibat secara langsung dalam proyek pembangunan Masjid Istiqlal. Oleh panitia, Bung Karno ditunjuk sebagai Ketua Dewan Juri dalam Sayembara maket Masjid Istiqlal yang diumumkan melalui surat kabar dan media lainnya pada tanggal 22 Pebruari 1955.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here