Diangkat Jadi Anak, Syekh Ali Jaber Akan Jadikan Akbar Imam Besar

283

Jakarta, Muslim Obsession – Muhammad Gifari Akbar (16 tahun) adalah seorang pemulung yang viral karena fotonya membaca Al-Quran di Jalan Braga, Bandung, Jawa Barat benar-benar mencuri perhatian, bukan hanya masyarakat awam, tapi juga tokoh agama. Syekh Ali Jaber pun turut jatuh cinta dengan Akbar.

Alhamdulillah, ulama kondang berdarah
Arab itu dipertemukan dengan Akbar melalui tayangan Kabar Petang TVOne Sabtu (7/11/2020) yang dipandu penyiar Andromeda Mercuri. Pihaknya memberi kesempatan untuk Syekh Ali berkomunikasi langsung dengan Akbar.

“Saya bersyukur dan berterimakasih kepada TVOne karena sudah bisa mempertemukan saya dengan Akbar. Saya sudah lebih dulu ingin sekali berjumpa dengan Akbar begitu ikut baca foto viral Akbar di media social,” ungkap Syekh dengan wajah bahagia.

Dalam kesempatan itu, Syekh Ali Jaber mengajukan empat permohonan kepada Akbar dengan harapan bisa diterima. Pertama mau diangkat menjadi anak. Hal itu dilakukan untuk mewujudkan program Sejuta Penghapal Al-Quran di Indonesia.

Kedua Syekh Ali Jaber meminta Akbar untuk menjadi seorang hafidz yang mampu menghafal 30 zuz dengan bimbingan Syekh. Ketiga Syekh meminta, suatu saat dirinya akan dijadikan imam masjid yang akan disiapkan langsung oleh Syekh Ali Jaber. Keempat, Syekh meminta Akbar untuk diberangkatkan ke Tanah Suci untuk ibadah umrah.

“Jadi nanti saya mau kamu hapal Al-Quran dan saya bimbing sampai menjadi imam besar. Saya melihat ada potensi itu dalam diri kamu,” ucapnya.

Dengan terharu seperti akan meneteskan air mata, Akbar yang di seberang teleconference menjawab menerima permohonan Syekh bahkan mendoakan Syekh Ali Jaber dan keluarga, sehat-sehat selalu dan murah rezeki.

Sebelum mengakhiri sesi tayangan berita wawancara ini, Andromeda dan rekannya sempat meminta Akbar untuk membaca Al-Quran. Kemudian Akbar memenuhinya dan didengarkan langsung Syekh Ali Jaber.

“Suaranya sangat bagus. Potensi besar jadi imam besar. Tinggal dibenahi panjang pendek dan tajuid. Nanti tanggal 10 saya akan ke Bandung, saya akan mampir untuk proses administrasi serta imigrasi atau paspor Akbar,” ujar Syekh sebelum ditutup Andromeda.

Seperti diberitakan, Akbar seorang pemulung tamatan Sekolah Dasar (SD) kelas IV bercerita tidak mengetahui sudah difoto saat berteduh. Sambil menunggu hujan reda ia membaca Alquran di Jalan Braga, Bandung. Karung yang dibawa memulung diletakkan di depan kedua kakinya untuk penghalang cipratan air.

Foto Akbar itu viral di media sosial tanpa atau belum diketahui siapa yang mengunggah di media sosial Instagram dengan tambahan tulisan dan dikomenin banyak netizen. Akbar mengaku tak pernah lupa membawa Al-Quran setiap keluar rumah. Ketika ada waktu luang, Akbar pun akan membaca Al-Quran itu.

Akbar berasal dari keluarga sederhana di Kabupaten Garut. Ayahnya bekerja sebagai buruh bangunan. Sementara ibu kandungnya meninggalkannya sejak masih balita. Di Garut, Akbar tinggal bersama kakek dan neneknya.

Nenek Akbar, Uti (71) mengatakan, cucunya itu telah ditinggal oleh ibu kandungnya sejak masih berusia 8 bulan. Ketika itu, ibunya berkata hendak bekerja ke Arab Saudi. Namun, hingga saat ini kabar ibunya tak jelas.

Sementara ayah kandungnya menikah lagi. Akibatnya, ia tak betah di rumah dan tak melanjutkan sekolah. Setelahnya, Akbar selalu hidup di luar rumah dengan mengamen dan mengumpulkan barang rongsokan. “Dia keluar awalnya mau nyari ibunya juga ke Jakarta. Dia nekad dengan jalan kaki ke Jakarta sambil nyari makan dengan mulung,” kata Uti.

Menurut dia, Akbar sangat jarang berada di rumah. Remaja itu hanya kembali satu atau dua hari, setelahnya pergi lagi dari rumah hingga ber bulan-bulan. Meski tak hidup di rumah, Uti menilai, Akbar selalu ingat untuk beribadah.

Sebab, sejak kecil anak itu sudah diajarkan untuk selalu sholat lima waktu dan mengaji. “Memang dari dulu juga saya ajarin ngaji terus,” kata dia.

Kini, akbar ditawari banyak orang untuk menimba ilmu di pesantren. Akbar mengaku sangat ingin mondok di pesantren karena ia memiliki niat untuk membangun pesantren pada masa tuanya mendatang. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here