Dianggap Berisik dan Ilegal, 714 Gereja di Rwanda Afrika Ditutup

602
Ratusan Gereja di Rwanda Ditutup (Photo: Modern Ghana)

Rwanda, Muslim Obsession – Sebanyak 714 gereja telah ditutup di Rwanda Afrika Tengah karena gagal mematuhi peraturan bangunan dan menimbulkan polusi suara.

Dewan Tata Pemerintahan Rwanda mengatakan, sekitar 700 gereja di antaranya diduga beroperasi secara ilegal, seperti dikutip BBC, Rabu (1/3/2018).

Pemimpin di sejumlah tempat ibadah juga telah diperingatkan, agar tidak menimbulkan suara berisik yang akan mengganggu ketenangan di lingkungan perumahan.

“Beberapa tempat di gereja mengekspos pemuja dengan resiko membahayakan diri mereka,” kata Justus Kangwagye, Wali Kota Rulindo di Republik Rwanda kepada surat kabar New Times Rwanda, Rabu (1/3/2018).

Salah satu gereja yang ditutup di Rwanda

Kebanyakan gereja yang ditutup adalah gereja Pantekosta kecil. Gereja-gereja tersebut diklaim tidak memenuhi standar infrastruktur dan kebersihan. Dengan demikian, ratusan gereja tersebut dianggap tidak memenuhi standar keselamatan dan status hukum.

Tindakan tegas sedang dilakukan oleh pemerintah setempat dengan dukungan Dewan Tata Pemerintahan Rwanda. Menurut sebuah Undang-undang baru yang diusulkan, semua pengkhutbah harus memiliki pelatihan teologis sebelum membuka gereja.

Karena, diketahui sejumlah pengkhutbah di gereja-gereja Pentakosta, mengaku diri mereka memiliki mukjizat. Hal ini dilaporkan telah berkembang pesat di banyak bagian Afrika dalam beberapa tahun terakhir.

Beberapa gereja yang ditutup adalah gereja yang dikunjungi ribuan pemuja setiap hari Minggu. Tapi ada pula yang terdiri dari bangunan kecil yang dibangun tanpa izin perencanaan. Kangwagye menegaskan, hanya meminta gereja-gereja tersebut memenuhi standar minimum. (Vina)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here