Dianggap ‘’Berbahaya’’, Menteri Denmark Desak Umat Muslim Cuti Selama Ramadhan

418
Menteri Integrasi Denmark dari Partai Liberal, Inger Stoejberg (Photo: Chronicle Online)

Helsinki, Muslim Obsession – Menteri Integrasi Denmark dari Partai Liberal, Inger Stoejberg menegaskan bahwa umat Islam seharusnya tidak bekerja selama Ramadhan. Karena saat berpuasa, mereka dianggap dapat menimbulkan bahaya keamanan.

Dalam tulisannya yang diterbitkan oleh tabloid Denmark, BT, Senin (21/5/2018) waktu setempat, Stoejberg mengutip pengemudi bus sebagai contoh pekerja yang kinerjanya dapat terpengaruh oleh makanan dan minuman di siang hari pada bulan suci.

Menurutnya, pengemudi bus yang bergama Muslim dan berpuasa, bisa menimbulkan bahaya keamanan bagi penumpang.

Untuk itu, dia mendesak semua Muslim di negara Nordik untuk mengambil cuti dari pekerjaannya selama Ramadhan. Untuk menghindari konsekuensi negatif bagi masyarakat Denmark lainnya.

Sementara itu, Ketua Uni Muslim Finlandia Pia Jardi, menyebut saran menteri itu sebagai ide yang benar-benar absurd.

“Tidak ada informasi atau statistik yang menunjukkan bahwa sopir bus atau pekerja Muslim lainnya entah bagaimana akan berbahaya saat berpuasa,” kata Jardi, seperti dilansir Chronicleonline, Selasa (22/5/2018).

Menurutnya, di sebagian besar negara Muslim, toko dan pekerjaan bisnis terus beroperasi seperti biasanya.

Ada sekitar 250.000 Muslim diperkirakan tinggal di Denmark, di negara berpenduduk 5,7 juta tersebut. Stoejberg adalah anggota Partai Liberal konservatif yang membentuk pemerintahan minoritas Denmark saat ini, dan dipimpin oleh Perdana Menteri Lars Loekke Rasmussen sejak 2015.

Dalam beberapa tahun terakhir, ia telah menjadi juru bicara pengetatan peraturan suaka dan imigrasi pemerintah. Denmark mengadopsi undang-undang pada tahun 2016.

Dia mengharuskan pencari suaka yang baru tiba, untuk menyerahkan barang-barang berharga seperti perhiasan dan emas. Guna membantu membayar biaya tinggal mereka di negara tersebut. (Vina)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here