Dian Masyita Berprinsip Mengalir Bagai Air

488
Dian Masyita. (Foto: OMG)

Muslim Obsession – Sepanjang sejarah Islam perempuan memainkan peran penting dalam berbagai bidang, seperti pembuat kebijakan, politik, akademisi dan bisnis. Mulai dari Khadijah binti Khuwailid hingga jutaan perempuan muslim lainnya.

Walaupun demikian, dunia perbankan dan keuangan Islam secara umum tetap didominasi oleh kaum Adam. Namun, selama dua dekade terakhir, semakin banyak perempuan mendobrak batasan tersebut. Salah satunya adalah Dian Masyita yang masuk ‘The Top 10 Most Influential Women in Islamic Business and Finance 2019‘.

Penghargaan bergengsi itu diberikan lembaga analisis keuangan asal Inggris, Cambridge IFA. Bersanding dengan para akademisi, praktisi keuangan syariah, penasihat, dan pelaku jasa syariah dari seluruh dunia, Dian meraih anugerah untuk kedua kalinya.

Dia terpilih sebagai nominator berdasarkan tiga faktor dasar penilaian, yaitu kepemimpinan, advokasi, dan rekognisi luas dari industri. Khusus di sektor akademisi, penilaian juga difokuskan pada seberapa besar kontribusi keilmuan dan riset yang dilakukan nominator.

Di dalam negeri, pada tahun ini juga Dian terpilih menjadi tokoh ‘The Best Syariah 2019‘ dari Majalah Investor bersama Prof. Dr. Yunahar Ilyas (Wakil Ketua MUI). Kiprah perempuan kelahiran Bukittinggi ini di dunia ekonomi dan keuangan Islam telah berlangsung sejak lama.

Sejak 2005, dia telah mempresentasikan berbagai pemikiran dan hasil penelitiannya di bidang wakaf, ekonomi, dan keuangan Islam di berbagai konferensi dalam maupun di luar negeri.

“Semua dimulai ketika saya pertama kali bertemu Prof. M.A. Manan yang dibawa Bapak Adiwarman Karim, ke kelas di ITB tahun 1999. Saat beliau membicarakan tentang cashwaqaf saya merasa terdapat kesamaan dengan konsep endowmentfund. Saya pun langsung tertarik membuat tesis berjudul ‘Rancangan Awal Sertifikat Wakaf Tunai dengan Menggunakan System Dynamics’,” ujar dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran ini sangat bersemangat.

Tesisnya kemudian mendapat penghargaan Riset Unggulan Terpadu dari Menristek. Dian berkesempatan mempresentasikannya dalam konferensi System Dynamics yang diselenggarakan SloanSchoolofManagement, MIT, USA pada 2005. Sejak itu, dia semakin menggeluti islamiceconomicandfinance.

Pada 2007, dia menerima penghargaan ‘The Best ResearchAward’ se-Unpad dan ScholarshipAward dari StuNed untuk menempuh studi Financial Management di MaastrichtSchoolofManagement (MSM), Belanda. Berkat keahliannya dia diangkat menjadi anggota divisi R&D Badan Wakaf Indonesia (BWI) periode 2007-2010. (Nur A)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here