Di Usia 105 Tahun, Nenek Tayo Bermimpi Gapai Raudhah

71
Nenek Tayo (Foto: Ditjen PHU)

Makkah, Muslim Obsession – Senyum nenek Tayo terus merekah ketika digoda oleh petugas haji Indonesia, Rubiyatun. Mereka berdua bercanda, seakan seumuran. Padahal Rubiyatun lebih cocok jadi cucunya. Usia Tayo sudah 105 tahun, duduknya di kursi roda, tapi ingatannya masih tajam.

“Ini Rubi, ini Lina,” kata Tayo ketika kumparan bertanya siapa yang dia ajak bicara di gerbang 21 Masjid Nabawi, Madinah.

Nama panjangnya Tayo Anom Sari Ayu, jamaah haji kloter 6 embarkasi Lombok. Bada Zuhur, Sabtu (20/7), Tayo dititipkan putranya yang berusia 70 tahunan di sektor khusus Masjid Nabawi, Madinah, gerbang 21, sementara dia menunaikan shalat.

“Umur 105 tahun, pas zaman Belanda,” lanjut dia lagi ketika ditanya tanggal lahirnya.

Ketika berbincang dengan MCH, Tayo terlihat masih mendengar dengan baik. Dia juga masih ingat jumlah anak, cucu, dan cicitnya. Anaknya empat, cucunya 24, dan cicitnya 23. Dia bilang, cucunya akan menikah tidak lama lagi.

Dia berasal dari Suela, Lombok Timur. Di masa mudanya, dia adalah petani penggarap sawah. “Daftar haji sejak 2011,” kata Tayo, seperti dilansir Ditjen PHU.

Rubiyatun bercerita, Tayo telah akrab dengan para petugas haji karena sejak beberapa hari terakhir datang ke tempat itu. Menurut Rubiyatun, Tayo sangat ingin sampai ke Raudhah di Masjid Nabawi.

Raudhah adalah wilayah antara makam Nabi Muhammad shalallahu alaihi wassalam dengan mimbar Masjid Nabawi. Berdasarkan hadits Nabi, wilayah itu adalah taman (Raudhah) surga yang diyakini tempat dikabulkannya doa.

Tidak heran, setiap harinya jamaah dari seluruh dunia berlomba-lomba ke tempat tersebut, termasuk Tayo. Rubiyatun mengatakan pernah membawa Tayo dengan kursi roda untuk menuju Raudhah, namun tidak bisa masuk karena penuh sesak jamaah wanita. Berada di tempat ini juga dibatasi waktunya.

“Besok mau coba lagi ya nek?” kata Rubiyatun, yang diiyakan oleh Tayo.

Tayo ingin sekali berdoa di Raudhah, ingin berziarah ke makam Rasul, kata dia. Tayo bahkan sudah memiliki doa-doa yang akan diucapkannya.

“Saya minta umur panjang sama Allah, murah rezeki, agar bisa kesini lagi sama anak cucu. Bisa menabung uang untuk ke sini,” ujar Tayo.

Dari 214.000 jamaah haji reguler Indonesia, ada 63 persen yang merupakan warga lanjut usia dan Tayo adalah salah satunya. Dia termasuk dalam gelombang pertama keberangkatan jamaah yang menuju Madinah terlebih dulu baru ke Makkah.

“Saya Senin ke Makkah, mau lihat Ka’bah,” kata Tayo.

Rubiyatun mengatakan, walau usianya senja namun kondisi kesehatan Tayo sangat baik. Dia masih sehat walau suhu di Madinah lebih dari 40 derajat Celcius.

“Dia masih prima. Kalau lagi tidak ngobrol, dia akan berzikir,” lanjut Rubiyatun.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here