Di Turki, Wakil 40 Negara Berupaya Selesaikan Krisis Kemanusiaan Negara Muslim

384
Perwakilan dari 40 negara hadiri pertemuan Second Family Life Forum, Stories Narrated 2019, pada Jumat-Sabtu (18-19/10), di Istanbul Turki. (Foto: Istimewa)

Istanbul, Muslim Obsession – “Lebih baik menyalakan lilin kecil, daripada mengutuki kegelapan,” begitu orang bijak pernah berkata.

Semangat inilah yang dibawa dalam pertemuan Second Family Life Forum, Stories Narrated 2019, pada Jumat-Sabtu (18-19/10), di Istanbul Turki.

Sebanyak 550 peserta, 100 NGO (Non-Government Organization), dari 40 negara hadir untuk berkontribusi menyelesaikan krisis kemanusiaan di wilayah konflik yang mayoritas adalah negara Muslim.

Indonesia diwakili oleh KNRP (Komite Nasional Rakyat Palestina), Adara, dan SMART 171 (Solidarity of Muslim for Al-Quds Retaken), dan Lasnaz Dewan Dakwah Islamiyah.

Selanjutnya, peserta konferensi sepakat untuk menjalankan program trauma healing bagi perempuan penyintas, edukasi literasi bagi ibu dan anak, pemberdayaan ekonomi para ibu, dan lain-lain.

Pada malam Penggalangan Dana, Jumat (18/10), terkumpul total komitmen donasi senilai 8,7 juta dolar, atau berkisar Rp121,8 Miliar.

Selain itu, Founder of the Syrian Association of Detainees, Mona Baraker, di salah satu seminar konferensi, meminta seluruh peserta untuk menyebarkan informasi di media sosial.

“Sebarkan informasi ini di media sosial, buat sebanyak mungkin orang tahu dan mau bergerak,” paparnya.

“Ini salah bentuk tanggung jawab kita sebagai seorang muslim. Muslim ibarat satu tubuh, saat satu anggota tubuh sakit, semua turut merasakannya,” ucap perwakilan dari Indonesia, SMART 171, Maimon Herawati dalam keterangan tertulisnya yang diterima Muslim Obsession, Ahad (20/10/2019).

Menurutnya, SMART 171 berkomitmen menggalang dana 100 juta untuk perempuan tangguh ini. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here