Di Tengah Pandemi Covid-19, Umat Islam Harus Selalu Bahagia

150
Ustadz Heppy Chandrayana saat menjadi khatib Shalat Idul Adha 1441 H di Candraloka, Telaga Kahuripan, Bogor, Jumat (31/7/2020).

Bogor, Muslim Obsession – Pesona perayaan Lebaran seyogianya diiringi kebahagiaan. Apalagi saat Hari Raya Idul Adha, dimana umat Islam mesti berbahagia karena inilah momentum untuk berbagi dengan sesama.

Kendati saat ini kebahagiaan tersebut boleh jadi bekrurang karena kekhawatian di tengah pandemi Covid-19, sehingga suasana Hari Raya Idul Adha terasa berkurang.

“Termasuk buyarnya impian kita untuk bertemu dan mencium tangan kedua orangtua kita. Tapi inilah yang terjadi, pandemi memisahkan untuk sementara jarak kita dan orangtua,” ujar Ustadz Heppy Chandrayana dalam khutbah Idul Adha 1441 H di lapangan RT 01 dan 02 RW 010, Telaga Kahuripan Bogor, Jumat (31/7/2020).

Pada kesempatan itu, Ustadz Heppy mengajak jamaah untuk meneladani keshalihan Nabiyullah Ibrahim dan Ismail ‘alaihimassalam.

Keteladanan yang diajarkan Nabi Ibrahim saat berpasrah diri mengikuti perintah Allah subhanahu wa ta’ala. Begitu juga keteladanan yang diberikan Nabi Ismail ketika ia mesti bersabar, meski ia masih berusia belia.

“Inilah ketakwaan yang sejati, diajarkan oleh sosok ayah dan anak. Kita dapat mencontoh bagaimana ayah dan anak saling mengisi serta memberikan motivasi untuk selalu bertakwa kepada Allah subhanahu wa ta’ala,” jelasnya.

Suasana Shalat Idul Adha kali ini memang berbeda dari shalat-shalat Idul Adha di tahun-tahun sebelumnya. Meski begitu, kekhusyukan sangat terasa. Puluhan jamaah yang berbaris dalam pola physical distancing mengikuti prosesi Shalat Id dan khutbah dengan penuh khidmat.

Seperti pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1441 H lalu, warga Candraloka di Kawasan perumahaan Telaga Kahuripan melaksanakan Shalat Idul Adha di sejumlah titik berbeda.

Di RW 10 ada tiga titik pelaksanaan Shalat Idul Adha, sementara di RW 11 terdapat dua titik di luar gelaran Shalat Idul Adha yang dilaksanakan Masjid Raya Telaga Kahuripan (MRTK).

Pemisahan pelaksanaan Shalat Idul Adha ini dilakukan untuk mengurangi penumpukan jamaah, sehingga meminimalisasi kemungkinan penyebaran virus Corona. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here