Di Tengah Pandemi, BWA Salurkan 1 Juta Al-Quran ke Pedalaman dan Pulau Terpencil

185

Jakarta, Muslim Obsession – Berpenduduk mayoritas penganut Islam terbesar di dunia, kebutuhan Al-Quran sangat penting bagi masyarakat Indonesia. Namun dengan kondisi geografis Indonesia yang kepulauan, tidak semua masyarakat mudah memperoleh Al-Quran.

Semakin tepencil lokasinya, semakin sulit dijangkau dan semakin mahal harganya. Masyarakat pelosok pun terpaksa bertahan dengan Al-Quran yang usang atau sama sekali tidak bisa membaca atau memiliki Al-Quran karena tidak mampu membelinya.

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran Badan Wakaf Al-Quran (BWA) akan tergerusnya iman dan akidah umat Islam di pelosok. Bagaimana bisa mereka mengamalkan ajaran Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari jika mereka tidak pernah membaca atau mengkajinya?

“Dari sekitar 225 juta umat Indonesia saat ini, yang mempunyai Al-Quran baru mencapai sekitar 15 persen. Sedangkan 85 persen lainnya belum memiliki Al-Quran,” kata CEO BWA Ustadz Heru Binawan, Rabu (10/6/2020).

Berdiri sejak tahun 2005, kegiatan distribusi wakaf Al-Quran BWA telah disambut antusias oleh para dai lokal yang kesulitan memperoleh Al-Quran untuk membimbing murid binaannya. Tak hanya dai lokal, BWA juga disambut hangat oleh para wakif yang mempercayakan amanahnya.

Melalui keterangan tertulisnya, Ustadz Heru mengatakan, hingga tahun 2019 BWA telah menyalurkan sebanyak 887.628 Al-Quran amanah dari para wakif yang ingin membantu menegakkan akidah umat di pelosok.

“Semakin bertambahnya angka wakaf Al-Quran dari tahun ke tahun, semakin membuktikan tingginya kepercayaan wakif kepada BWA,” ujarnya.

Bahkan pada April 2020, melalui tagar #2020SejutaQuran Kuatkan Indonesia, BWA mampu mewujudkan program satu juta wakaf Al-Quran. Capaian ini tentu membanggakan mengingat para wakif berpartisipasi di tengah kondisi pandemi.

“Dengan semangat pencapaian ini BWA berkomitmen untuk lebih meningkatkan kinerja BWA sebagai lembaga filantopi Islam di Indonesia dengan menggandeng banyak partner lapang yang dapat mendeteksi kebutuhan Al-Quran di pelosok dan melakukan penetrasi distribusi ke daerah-daerah terpencil di Indonesia,” ungkapnya.

Terkait pencapaian satu juta wakaf Al-Quran tersebut, BWA menggelar Zoom Meeting bertajuk “BWA Capai Satu Juta Wakaf Al-Quran” pada Rabu (10/6) siang. Acara yang dipandu moderator Ustadz David Cholik itu menampilkan nara sumber Ustadz Heru Binawan, Direktur Program BWA Ustadz Hazairin Hasan, CEO Cinta Quran Ustadz Fatih Karim, Wakil Sekjen MUI dan Ketua Wahdah Islamiyah KH Zaitun Rasmin, dan motivator Rendy Saputra.

Dalam kesempatan tersebut, Heru Binawan mengungkapkan, kebutuhan Al-Quran di daerah luar biasa besar, terutama daerah pedalaman dan pulau terpencil.

Ia menegaskan, titik kritis wakaf Al-Quran adalah distribusinya. Banyak lembaga, terutama lembaga filantropi yang mengumpulkan wakaf Al-Quran, namun mereka belum menyiapkan lokasi distribusi wakaf Al-Quran tersebut.

“Kunci sukses program wakaf Al-Quran adalah distribusinya. BWA punya banyak pengalaman menyalurkan wakaf Al-Quran ke wilayah pedalaman maupun pulau terpencil. Dan itu tantangannya tidak mudah, namun seringkali sangat mengharukan,” tuturnya.

Sekadar diketahui, BWA merupakan lembaga filantropi Islam yang fokus mengembangkan program wakaf yang inovatif. BWA berfokus mengembangkan program wakaf yang inovatif, solutif, dan unik.

Melalui beragam project, BWA tidak hanya ingin menuntaskan problem masyarakat Indonesia hingga pelosok Nusantara, tetapi juga mengenalkan wakaf sebagai gaya hidup muslim masa kini dan meneladani sahabat-sahabat Rasulullah SAW yang kerap mewakafkan hartanya. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here