Di Pedalaman Sumut, Parmusi Berikan 10 Ekor Sapi untuk Desa Madani

125

Langkat, Muslim Obsession – Setelah lebih dari lima jam menempuh perjalanan darat melewati hutan sawit dari Kota Medan, Ketua Umum Pengurus Pusat Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) H. Usamah Hisyam bersama rombongan Kafilah Dakwah tiba di Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara (Sumut), Senin (9/9/2019).

Kedatangan Usamah bersama istri yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Penasehat PP Muslimah Parmusi, Daisy Astrilita, itu mendapat sambutan hangat dari masyarakat setempat. Sambutan hangat ditandai lantunan shalawat dari para santriwan dan santriwati yang turut mengiringi rombongan memasuki tempat duduk.

Dalam kesempatan itu, Usamah meresmikan Desa Tanjung Pasir sebagai Desa Madani Parmusi. Ia melihat wilayah ini cukup potensial dijadikan sebagai pilot project Desa Madani. Sebab, bukan hanya dari sisi potensi alamnya, namun masyarakat yang dibina oleh Dai Parmusi di desa ini juga punya kesiapan secara matang.

“Desa ini ke depan diharapkan bisa menjadi percontohan bagi desa lain di Kabupaten Langkat, dimana masyarakat bisa mengembangkan dirinya melalui berbagai program penguatan ekonomi, dari desa untuk desa, dari umat untuk umat,” ujar Usamah di lokasi.

Bahkan bukan hanya sisi ekonomi yang diperkuat, Desa Madani juga akan memperdalam intelektualitas masyarakat, serta menguatkan iman dan takwa mereka. Karena itu, para Dai Parmusi juga punya komitmen dan kewajiban untuk membimbing masyarakat dengan sistem pengajaran di mushala-mushala dan Taman Pendidikan Al-Quran.

“Islam sangat mendukung umatnya untuk menemukan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek). Iman dan taqwa (imtaq) juga sama pentingnya dengan Iptek,” tuturnya.

“Orang yang hebat imtaqnya tapi tidak tahu iptek, dia tidak akan mampu menolong dirinya sendiri. Sebaliknya, orang yang ipteknya saja tetapi tanpa imtaq, maka bisa jadi liar. Konsep Desa Madani menguatkan keduanya, Iptek dan Imtaq,” tambahnya.

Konsep Desa Madani sendiri memiliki empat pilar Gerakan Dakwah Desa Madani, yakni peningkatan iman dan takwa, pembangunan kesejahteraan ekonomi umat, pemberdayaan sosial, dan peningkatan kualitas pendidikan.

Akhirnya, dengan membaca “basmalllah” Usamah meresmikan Tanjung Pasir sebagai Desa Madani dengan memberikan 10 ekor sapi yang diberikan secara simbolik. Diharapkan lembu atau sapi yang diberikan ini bisa berkembang biak lebih banyak dan bisa mendorong pendapatan ekonomi masyarakat desa setempat.

“Dari 10 lembu, diharapkan ada 100 lembu. Bahkan setiap rumah bisa memiliki lembu atau sapi. Kemudian dari kotaran itu juga bisa dikembangkan menjadi pupuk yang bisa dimanfaatkan nilai ekonominya,” harap Usamah.

Jika ini berhasil, sambungnya, dengan menggandeng BNI Syariah, Parmusi akan memberikan bantuan lain untuk menguatkan kembali Desa Madani.

Usamah menjelaskan, Desa Madani ini bukan menjadi pesaing dari desa yang ada. Justru Desa Madani bisa menjadi mitra potensial untuk bisa mengembangkan suatu desa menjadi wilayah yang unggul, baik dari sisi religiusitas maupun intelektualitas.

“Parmusi menginginkan satu masyarakat desa yang sejahtera lahir dan batin. Kenapa harus sejahtera, karena kefakiran dekat dengan kekufuran. Jadi output-nya Desa Madani adalah menghadirkan masyarakat dengan ahklak yang mulia,” tandasnya.

Efi Brata Madya, Ketua Pengurus Wilayah Parmusi Sumut menambahkan, dengan Desa Madani ini Parmusi bertekad menjadikan Tanjung Pasir sebagai desa unggulan.

“Parmusi ingin membawa kebaikan di setiap lokasi Desa Madani yang ditetapkan agar ke depan tidak ada masyarakat desa yang susah, semua sejahtera,” tuturnya.

Menurutnya, Desa Madani bisa lebih unggul dengan desa lainnya karena didasari dengan imam dan takwa. Ia meyakini Tanjung Pasir bisa mewujudkan misi Parmusi karena banyak sektor yang bisa dikembangkan, baik dari perkebunan sawit, perternakan berupa sapi, domba dan kerbau, serta sektor perikanan dengan lokasinya yang dekat laut.

“Dengan Desa Madani ini kita ingin menjadikan masyarakat mandiri. Kemandirian tersebut meliputi kemandirian berpikir, bertindak dan mengendalikan apa yang mereka lakukan,” jelasnya.

Pada peresmian tersebut Usamah juga didampingi rombongan Kafilah Dakwah Parmusi yang terdiri dari Sekjen Abdurrahman Syagaff, Ketua Umum PP Muslimah Parmusi Nurhayati Payapo, Ketua LDP KH. Syuhada Bahri, dan Bendahara Umum PP Parmusi Dewi Achyani.

Juga turut hadir Kepala Desa Tanjung Pasir Faisal Rehza, Camat Pangkalan Pinang yang diwakili Sekretaris Restra Yudha, dari jajaran Koramil, Polsek, Dan Pos Al, serta para tokoh adat dan tokoh agama.

Mewakili masyarakat Desa Tanjung Pasir, Faisal menyampaikan terima kasih atas kedatangan PP Parmusi, khususnya telah menjadikan Tanjung Pasir sebagai Desa Madani Parmusi. Dengan kultur masyarakat yang religius, Faisal yakin bisa menjadi modal penting untuk mensukseskan gerakan Desa Madani di wilayahnya.

“Mewakili masyarakat desa, kami ucapkan besar-besarnya khususnya kepada Pak Usamah dan pengurus Parmusi yang sudah jauh-jauh dari Jakarta hanya untuk mengunjungi dan memperhartikan desa kami. Semoga cita-cita Parmusi bisa terwujud menjadikan Desa Madani di seluruh Sumatera dengan dimulai dari desa ini,” tutupnya. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here