Di Makassar, 21 Anak Ini Belajar Mengaji Al-Quran di Pos Ronda

1544
Belajar di Pos Ronda 1
Anak-anak yang berasal dari orangtua pemulung, tukang ojek, buruh pabrik, dan lain-lain ini belajar membaca Al-Quran di pos ronda. (Foto: Muslim Obsession)

Muslim Obsession – Semangat belajar membaca Al-Quran 21 anak di sekitar kompleks Mangga Tiga Daya Makassar, Sulawesi Selatan, ini patut ditiru. Meski memanfaatkan pos ronda untuk tempat belajar, anak-anak ini tekun mengikuti kegiatan belajar mengaji Al-Quran di Rumah Quran Bani Thahiriah.

Mereka berasal dari latar belakang keluarga yang berbeda-beda. Orangtua mereka ada yang bekerja sebagai pemulung, sopir truk, ojek online, karyawan pabrik, anak yatim, pensiunan, dan lain-lain.

Belajar di Pos Ronda
Kegiatan belajar dilakukan menyesuaikan dengan waktu sekolah mereka, ada yang belajar di siang hari, sore, dan malam hari.

“Pusat belajar mereka di rumah yang saya kontrak dan pos ronda. Penggunaan pos ronda ini dimaksudkan untuk syiar bagi warga sekitar. Utamanya bagi orang yang lalu lalang agar mereka tergerak hatinya untuk membaca dan mencintai Al-Quran,” kata Ustadz Rahim Mayau, pemimpin Rumah Quran Bani Thahiriah kepada Muslim Obsession, Kamis (18/10/2018).

Belajar di Pos Ronda 2
Santri yang khatam Iqra dan Juz 30 mendapat sertifikat berbingkai secara gratis.

Ustadz Rahim menjelaskan, anak-anak yang menjadi santrinya itu belajar mengaji secara gratis. Waktu mengaji dibagi menyesuaikan dengan waktu sekolah mereka. Ada yang belajar di siang hari, sore, dan malam hari.

Ia mengaku, saat membuka Rumah Quran Bani Thahiriah dirinya termotivasi oleh pernyataan Ketua Lembaga Dakwah Parmusi (LDP) KH. Syuhada Bahri.

“Saat itu beliau mengatakan, ‘jika tidak ada dakwah di suatu tempat, maka sesungguhnya tak ada kehidupan yang sejati di tempat itu’. Saya benar-benar termotivasi,” tegas salah seorang Dai Parmusi Sulawesi Selatan tersebut.

Ke depan ia berencana akan mengembangkan Rumah Quran Bani Thahiriah dengan lebih baik lagi. Lembaga yang mengambil tagline sama seperti Parmusi, yakni “Menata, Menyapa, dan Membela Umat” ini akan membuka akses pendidikan bagi setiap orang yang ingin belajar membaca Al-Quran.

“Alhamdulillah, kegiatan ini terus berkembang. Insya Allah, pekan depan sudah mulai ada santri dari kalangan emak-emak yang ikut belajar mengaji,” pungkasnya. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here