Di Kongres HMI, Jokowi Bicara Soal Perdamaian Dunia

530
Jokowi di Ambon
Kunjungan kerja Presiden Joko Widodo di Ambon, Rabu (14/2/2018)

Ambon, Muslim Obsession – Dalam menjalankan amanat konstitusi, Indonesia tak hanya berupaya untuk memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Negeri ini juga harus menunjukkan kepedulian bagi saudara-saudara sebangsa yang mengalami kesulitan di berbagai belahan dunia.

Demikian kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) ketika menyampaikan sambutan pada pembukaan Kongres ke-30 dan Peringatan Dies Natalis ke-71 Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang digelar di Auditorium Universitas Pattimura, Ambon, Rabu (14/2/2018). Jokowi menyebut selama ini peran Indonesia cukup besar dalam mewujudkan perdamaian dunia.

“Kita terus membantu perjuangan Palestina melawan penindasan dan ketidakadilan. Kita ingat, tahun 2016 menjadi tuan rumah KTT Luar Biasa OKI. Kita juga membuka konsulat kehormatan di Ramallah. Kita juga mendorong KTT di Istanbul yang menentang pengakuan sepihak Amerika Serikat terhadap Yerusalem sebagai ibu kota Israel,” katanya.

Sementara, kata Jokowi, terhadap saudara sebangsa lainnya di perbatasan Bangladesh dan Myanmar, Indonesia juga aktif memberikan bantuan kemanusiaan sekaligus menjalankan upaya diplomasi damai bagi pihak-pihak yang berseteru.

“Januari 2018 saya berkunjung ke Sri Lanka, Pakistan, Bangladesh, dan Afghanistan. Saya berkunjung ke Cox’s Bazar (lokasi pengungsian) kondisinya memprihatinkan. Saya adalah kepala negara pertama yang mengunjungi Cox’s Bazar,” sambungnya.

Sementara dalam kunjungannya ke Afghanistan, Presiden Jokowi bersikeras untuk tetap hadir di negara yang saat ini sedang didera konflik persaudaraan itu. Meski terdapat ancaman keamanan saat kunjungan di sana, ia tetap ingin menunjukkan keseriusan dan kepedulian Indonesia untuk mewujudkan perdamaian di Afghanistan.

“Kenapa saya tetap pergi ke Kabul? Karena pentingnya persaudaraan dan persatuan,” ujarnya.

Sejumlah kunjungan ke negara-negara yang tengah mengalami krisis kemanusiaan semakin menyadarkan bahwa persaudaraan dan persatuan merupakan hal yang tak ternilai. Jokowi menyampaikan pesan kepada Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani, bahwa sebagai negara besar yang beragam, Indonesia tetap harus menjaga persatuannya.

“Betapa mundurnya jauh sekali gara-gara konflik perang (di Afghanistan). Oleh sebab itu, titipan Presiden Ashraf Ghani saya ingat betul. Jangan sampai ada konflik antarsuku, antaragama, dan antarkampung. Tegas saja kalau ada konflik seperti itu, jangan beri waktu bagi konflik untuk berkembang,” tuturnya.

Turut hadir mendampingi Presiden, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi M Nasir, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Gubernur Maluku Said Assagaff, Tokoh Senior KAHMI Akbar Tanjung dan Ketua Umum Pengurus Besar HMI Mulyadi Tamsir.

Juga tampak hadir Ketua MPR Zulkifli Hasan, Ketua DPD Oesman Sapta Odang dan Ketua Umum PPP Romahurmuziy. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here