Di Era New Normal, Dakwah Ilallah Parmusi Harus Terus Bergerak

353
Suasana Mukernas ke-VII Parmusi yang digelar secara virtual, Ahad (21/6/2020).

Jakarta, Muslim Obsession – Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) menggelar Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) ke-VII secara virtual pada hari ini, Ahad (21/6/2020).

Kegiatan ini diikuti para pengurus pusat dan pimpinan Lembaga Dakwah Parmusi (LDP) pusat, pimpinan-pimpinan wilayah, pimpinan LDP wilayah, dan pimpinan Muslimah Parmusi wilayah dari 26 provinsi.

Pada kesempatan memberikan membuka Mukernas, Ketua Umum Parmusi H. Usamah Hisyam menegaskan bahwa gerakan dakwah Parmusi harus tetap berjalan secara massif.

Oleh karenanya Usamah mengimbau seluruh pimpinan Parmusi di wilayah dan daerah untuk memberikan masukan dalam Mukernas VII ini untuk menyusun strategi dakwah yang sesuai di era new normal.

“Dakwah ilallah harus berlanjut di era new normal ini, karena 2-3 tahun ke depan tantangan dakwah akan lebih kompleks karena bersingungan dengan persoalan nasional, baik politik, budaya, maupun agama yang dampaknya pasti akan dirasakan langsung oleh umat Islam,” kata Usamah.

Usamah menambahkan, Parmusi harus segera merumuskan strategi tersebut untuk mengantisipasi tantangan-tantangan dakwah ke depan. Kendati demikian, sambungnya, pengurus pusat Parmusi tentu tak bisa bergerak sendiri karena yang mengetahui problematika daerah itu adalah para pengurus wilayah dan daerah.

Terlebih ia menilai tren pandemi Covid-19 di Tanah Air tidak melandai bahkan ada yang meningkat di sejumlah daerah. Dan tidak ada satupun otoritas yang menjamin kapan pandemic ini berakhir, bahkan ada beberapa pemerintah daerah yang akan mengembalikan PSBB secara kaku.

“Oleh sebab itu kita harus punya strategi gerakan dakwah yang dirancang 5-10 tahun ke depan karena new normal akan terus berlangsung sampai ditemukannya antibody untuk virus Corona,” tegasnya.

Hal senada diungkapkan Ketua Lembaga Dakwah Parmusi (LDP) Pusat KH. Syuhada Bahri. Ia bahkan menegaskan bahwa tantangan yang setiap saat hadir tidak boleh dijadikan penghalang gerakan dakwah. Sebaliknya, tantangan tersebut harus dijadikan vitamin pada Dai Parmusi untuk berdakwah dengan cerdas.

“Semakin sulit harus semakin kreatif. Oleh karenanya kombinasi usaha dan doa harus terus dilakukan. Sehingga ketika dakwah itu berhasil, kita tidak menjadi takabur. Dan ketika dakwah tersebut tidak berhasil, kita tidak putus asa,” jelas Kiai Syuhada.

Mukernas ke-VII Parmusi dimulai sejak pukul 09.30 WIB. Kegiatan ini rencananya akan berlangsung hingga pukul 16.30 WIB untuk membahas berbagai persoalan internal maupun eksternal Parmusi. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here