Di Belanda, Menag Bahas Relasi Agama dan Negara

64
Menag berdiskusi tentang relasi agama dan negara di Belanda, Rabu (19/6/2019).
Menag berdiskusi tentang relasi agama dan negara di Belanda, Rabu (19/6/2019).

Belanda, Muslim Obsession – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menggelar acara diskusi dengan mahasiswa Indonesia di Belanda. Para mahasiswa tersebut merupakan penerima beasiswa 5000 doktor Kemenag.

Diskusi yang dibahas Lukman mengenai tentang relasi agama dan negara. Fokusnya adalah bagaimana konteks agama dan negara di Indonesia dan bagaimana perspektif dunia memandangnya, serta bagaimana pemerintah mengurusi agama.

Menurut Lukman realitas ke-Indonesiaan kita memang sangat khas. “Ada beberapa cara pandang melihat negara dan agama. Pertama, Agama dan Negara menyatu, itulah yang kemudian disebut negara agama. Agama itu ya negara itu sendiri, contoh vatikan,” kata Lukman di Belanda, dilansir dari Kemenag, Rabu (19/6/2019).

Pembahasan kedua, yang memisahkan secara tegas, dan negara tidak ikut campur. “Ketiga, kita tidak ikut keduanya. Akan tetapi kita bangsa Indonesia menempatkan agama sebagai nila-nilai yang dapat memberikan inspirasi,” papar Lukman.

Sehingga sebelum kita lahir, Lukman melanjutkan, nilai-nilai religiousitas itu sudah ada. “Kita sebagai bangsa sangat lekat dengan nilai-nilai agama. Sehingga pemerintah memfasilitasi membantu ajaran agama setiap warga negaranya,” sambungnya.

Lukman berpesan kepada para mahasiswa untuk menjaga nama baik bangsa dan terus menebarkan Islam yang merahmati seluruh alam. “Karena Anda adalah duta dan ambasador bagi Islam wasathiyah di luar negeri,” ujarnya.

Lukman juga memberikan motivasi kepada para mahasiswa untuk dapat menyelesaikan studinya dengan baik. Mahasiswa yang hadir dalam dialog bersama Menag tersebut rata-rata sedang menjalankan tahun akhir dalam studinya. Dengan kajian yang cukup variatif, para mahasiswa ini diperkirakan akan selesai pada akhir tahun 2019. (Way)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here