Dhiyafah, Sisi Lain Sejarah Makkah

1959
Makkah Al Mukarramah

Muslim Obsession – Salah satu sisi sejarah Makkah adalah dhiyafah, yaitu sejarah penyambutan dan pelayanan tamu yang amat penuh kedermawanan.

Pada masa jahiliyah, sebuah kedermawanan yang dianggap terlalu dahsyat dapat melahirkan sesembahan baru, contohnya adalah Al-Latta.

Sebuah riwayat menyebut, dialah orang yang senantiasa membuka lebar pintu rumahnya bagi para tamu Masjidil Haram. Memberi mereka jamuan terlezat dari roti dan daging-dagingan, juga air sejuk dan buah-buahan.

Ketika ‘Amr ibn Luhai Al-Khuza’i memperkenalkan agama berhala pada ahli Makkah setelah kunjungannya ke Syam, orang-orang Makkah tidak akan lupa pada Al-Latta.

‘Amr berkata, “Kita manusia rendah, tak punya nilai untuk meminta langsung pada Allah Sang Pencipta. Maka mintalah pada mereka yang dekat pada-Nya saja, agar mudah hajat kalian dikabulkan. Ini aku bawakan patung Wadd, Suwa’, Yaghuts, Ya’kub dan Nasr; orang-orang shalih dari kaum Nuh.”

Sebagian penduduk Quraisy Makkah mengatakan, “Kami punya Al-Latta. Kami akan menyembah dia saja.”

Sejarah dhiyafah Kota Makkah terus berlanjut. Kakek buyut Nabi yang bernama Hasyim ibn ‘Abdi Manaf tercatat dengan tinta emas dalam sejarah dhiyafah. Hasyim, nama itu sendiri berarti meremuk. Sebab, dia suka meremukkan roti di atas lauk daging berkuah untuk menjamu tamu-tamunya.

Ya, keluarga Hasyim tak sekaya para pemuka suku lain, tapi dalam kedermawanan mereka adalah juara. Dhiyafah mereka jamuannya bersahaja, tapi tamu yang memilih mereka melampaui semua kabilah.

Putra Hasyim, Syaibah yang lebih dikenal sebagai ‘Abdul Muthalib meneruskan kedermawanan ayahnya. Dengan penemuan kembalinya mata air Zamzam dan pusaka Quraisy yang terkubur, juga kepemimpinan tertinggi Kota Makkah digenggamnya.

Dhiyafah di Makkah bukan sembarang dhiyafah. Tamu yang mereka sambut bukanlah tamunya sendiri. Melainkan, Dhuyufur Rahman, tamu Allah Yang Maha Pengasih.

Semoga kian banyak di antara saudara dari Nusantara menjadi para pelayan tamu Allah. Demi melanjutkan tugas gemilang dhiyafah pada tamu-tamu Ar-Rahman. (Vina – Dipetik dari buku karya Salim A Fillah, Sunnah Sedirham Surga)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here