Deteksi Penyakit Jantung Lewat Mata, Begini Caranya

57

Muslim Obsession – Studi baru menemukan bahwa dokter mungkin dapat mendeteksi apakah Anda memiliki penyakit kardiovaskular atau tidak melalui biomarker yang ada di mata.

“Pemeriksaan mata mungkin dapat menunjukkan tanda-tanda penyakit kardiovaskular melalui lesi kecil di retina mata,” ungkap para peneliti di Shiley Eye Institute di University of California San Diego Health, dilansir Al Arabiya, Senin (6/9/2021).

“Mata adalah jendela kesehatan kita, dan banyak penyakit dapat bermanifestasi di mata; penyakit kardiovaskular tidak terkecuali,” penulis utama studi dan dokter-ilmuwan dan ahli bedah retina di UC San Diego Health Dr. Mathiew Bakhoum mengatakan dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan di situs web Universitas.

“Penurunan aliran darah yang disebabkan oleh penyakit jantung, yang dikenal sebagai Iskemia, dapat menyebabkan aliran darah yang tidak memadai ke mata dan dapat menyebabkan sel-sel di retina mati, meninggalkan bekas yang permanen,” kata Bakhoum.

“Kami menyebut tanda ini ‘lesi perivaskular iskemik retina,’ atau RIPL, dan berusaha menentukan apakah temuan ini dapat berfungsi sebagai biomarker untuk penyakit kardiovaskular,” imbuh dia.

Adanya lesi menunjukkan tingkat risiko penyakit jantung. Temuan para peneliti didasarkan pada tinjauan catatan orang-orang yang menerima pemeriksaan mata, juga dikenal sebagai pemindaian retinal optical coherence tomography (OCT), di UC San Diego Health antara Juli 2014 dan Juli 2019.

Mereka mampu mengidentifikasi dua kelompok setelah tinjauan grafik medis: satu yang terdiri dari 84 orang dengan penyakit jantung dan yang lainnya terdiri dari 76 orang kesehatan yang digunakan sebagai kelompok kontrol untuk penelitian ini.

Mata individu yang memiliki penyakit jantung ditemukan memiliki lebih banyak RIPL dan menurut para peneliti, semakin tinggi RIPL di mata, semakin tinggi risiko penyakit kardiovaskular.

“Satu-satunya cara kita dapat memvisualisasikan pembuluh darah terkecil di tubuh adalah di mata,” jelas Anthony DeMaria, MD, Judith dan Jack White Chair di bidang Kardiologi dan ahli jantung di Universitas.

“Retina khususnya memberikan bukti penting tentang efek buruk dari masalah kardiovaskular, seperti tekanan darah tinggi,” tambahnya.

Pemeriksaan mata dini dapat mengurangi risiko stroke, serangan jantung di masa depan.

“Harapan saya, adanya RIPL di mata dapat menjadi penanda adanya penyakit kardiovaskular saat pasien menjalani penilaian faktor risiko penyakit jantung, atau saat pasien menjalani evaluasi untuk dugaan adanya penyakit jantung,” ujar DeMaria.

Mengidentifikasi RIPL sejak dini dapat membantu individu mencari terapi dini dan tindakan pencegahan, yang dalam jangka panjang, dapat mengurangi risiko stroke dan serangan jantung di masa depan.

“Secara global, penyakit kardiovaskular adalah penyebab kematian nomor satu dan sayangnya banyak orang tidak menyadari bahwa mereka mungkin memiliki masalah jantung,” tutur Bakhoum.

“Kunci pencegahannya adalah deteksi dini dan pengobatan. Kami berharap dengan mengidentifikasi RIPL sebagai penanda penyedia penyakit kardiovaskular akan dapat mengidentifikasi masalah jantung sebelum peristiwa bencana, seperti serangan jantung atau stroke terjadi,” pungkasnya.

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here