Desak Boikot Saipul Jamil, Komnas PA: Kerja 20 Tahun Jadi Sia-Sia

109

Jakarta, Muslim Obsession – Komisi Nasional (Komnas) Perlindungan Anak (PA) terus mendesak semua stasiun televisi untuk tidak menayangkan Saipul Jamil usai bebas dari Lapas Cipinang beberapa waktu lalu.

Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait mengatakan, mantan narapidana asusila harusnya tidak boleh diekspose berlebihan.

“Peristiwa atau kejadian atau yang dia (Saipul Jamil) lakukan kekerasan seksual itu merupakan tindak pidana khusus yang tidak boleh diekspose,” ujar Arist Merdeka Sirait di Kantor Komnas Anak, Jakarta Timur, Senin (6/9/2021).

Arist juga menyayangkan adanya penyambutan meriah saat kebebasan Saipul Jamil. Bahkan, dari beberapa foto beredar di media sosial, Saipul Jamil dikalungi bunga-bunga, melambaikan tangan dari mobil terbuka usai keluar dari tahanan.

“Ini seolah-olah dia baru pulang dari satu laga pertandingan, menang gitu. Itu membuat sakit hati Komnas Perlindungan Anak dan pegiat-pegiat perlindungan anak,” kata Arist Merdeka Sirait.

Arist merasa Komnas PA sia-sia memperjuangkan mata rantai kekerasan seksual selama 20 tahun terakhir ini apabila Saipul Jamil masih lalu lalang di televisi dan media mainstream lainnya.

Padahal, di berbagai negara di dunia, mantan narapidana pelecehan seksual tak boleh menunjukkan diri di depan publik .

“Hampir 20 tahun kita memperjuangkan bagaimana memutus mata rantai kejahatan seksual itu. Ini jadi sia-sia, karena apa? Bahwa sekali ketika dia ke luar dari penjara walaupun dia sudah menjalani hukuman karena kesalahannya,” ucap Arist.

“Kalau dalam konteks kejahatan seksual di mana pun di dunia itu harus sembunyi, enggak menunjukkan diri. Maka di Indonesia itu untuk memantau seperti Saipul Jamil harus dipasang chips. Supaya kita tahu ke mana aja dia pergi, apakah dia akan melakukan kejahatan seksual lagi gitu lho,” katanya lagi.

Oleh karena itu, Arist Merdeka Sirait meminta seluruh televisi memboikot Saipul Jamil. Sebab, tayangan Saipul Jamil dinilai tidak mendidik.

“Saya minta stasiun-stasiun televisi atau PH (production house) jangan memberikan kesempatan untuk melakukan itu. Ini kemarin baru satu hari aja sudah banyak orang yang menunggu tayangan-tayangan televisi,” ujarnya.

“Sekali lagi dengan rasa hormat saya, tayangan televisi baik itu yang sifatnya online, baik itu production house tidak ada (yang menayangkan Saipul Jamil),” tutur Arist menegaskan. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here