Desa Madani Parmusi Atasi Kemiskinan di NTT

1406

Belu, Muslim Obsession – Desa Madani yang mulai dikembangkan Parmusi (Persaudaraan Muslimin Indonesia) adalah suatu konsep membangun Indonesia dari desa untuk terwujudnya masyarakat madani yang beriman dan bertakwa, baik lahir dan batin untuk mewujudkan ridha Allah Tuhan Yang maha Kuasa, termasuk di propinsi NTT (Nusa Tenggara Timur).

Hal tersebut dikemukakan Ketua Umum Parmusi  H. Usamah Hisyam saat meresmikan Desa Madani binaan Parmusi di Dusun Sukapitete Desa Leon Tolu Kecamatan Rainmanuk Kabupaten Belu NTT, Jumat (2/2/2018).

Hadir dalam acara tersebut Kapolsek Rainmanuk AKBP Daniel Taek, Danramil Kapten Sri Widayat, Ketua Lembaga Dakwah Parmusi (LDP) KH. Syuhada Bahri, Ketua Pengurus Wilayah Parmusi Ustadz Abu Lamahoda, Ketua Pengurus Daerah Belu Parmusi Ustadz Ali Attamimi, dan para tokoh setempat.

Usamah mengatakan, sangat prihatin melihat kemiskinan yang membelenggu rakyat di NTT, termasuk umat Islam.

“Kemiskinan ini tidak boleh dibiarkan terus menerus. Parmusi sebagai ormas Islam memiliki konsep untuk membangun bangsa Indonesia agar keluar dari kemiskinan dengan mengembangkan Desa Madani,” kata Usamah.

Ketum Parmusi, Usamah Hisyam dan rombongan Kafilah Dakwah Parmusi melakukan serangkaian kegiatan di Desa Madani Parmusi yang terletak di Dusun Sukapitete, Desa Leon Tolu, Kec. Rainmanuk, Kab. Belu, Jumat (2/2/2018).

Desa Madani, lanjut Usamah, harus juga melibatkan warga masyarakat non-muslim, seperti di Belu yang mayoritas beragama Katolik.

“Karena Islam itu punya konsep dalam kehidupan masyarakat. Yakni ukhuwah islamiyah (persaudaraan sesama umat), ukhuwah wathoniyah (persaudaraan sesama anak bangsa), dan ukhuwah basyariyah (persaudaraan sesama anak manusia). Jadi, perbedeaan suku, agama, ras, tidak boleh menjadi faktor penghambat di dalam kita membangun bangsa Indonesia dalam wilayah NKRI yang berdasarkan Pancasila,” tutur Usamah.

Dalam sambutannya, mantan anggota Komisi I DPR RI ini memaparkan, ada empat aspek yang harus diprioritaskan dalam mengembangkan Desa Madani.

Ketum Parmusi, Kapolsek, Danramil, dan warga menikmati jagung hasil panen Desa Madani binaan Parmusi di dusun Sukapitete, Jumat (2/2/2018).

Pertama, membangun akhlak mulia warga masyarakat melalui peningkatan iman dan takwa. Setiap Desa Madani akan ditempatkan seorang dai Parmusi. “Akhlaknya dulu yang kita bangun, baru yang lain,” ujarnya.

Kedua, pemberdayaan ekonomi warga desa. Setiap desa memiliki karakter dan sumber perekonomian yang berbeda-beda. Warga Sukapitete cenderung bertani dan berkebun, tetapi mereka tidak memiliki lahan.

Oleh sebab itu, November 2017 lalu Parmusi menyewakan 10 hektar lahan untuk menanam padi dan jagung bagi warga setempat, yang hasilnya sepenuhnya untuk rakyat dan keuntungannya untuk pengembangan lahan secara bergulir.

“Dari sini warga akan memiliki modal kerja secara bergulir dan sumber penghidupan,” tegas Usamah yang pada kesempatan tersebut juga memanen hasil tanaman jagung.

Ia memberi contoh, Desa Madani binaan Parmusi di Kabupaten Sambas mengembangkan peternakan kambing. Sedangkan di Pulau Rote, NTT, Parmusi memberi 10 perahu motor untuk dikelola warga sebagai sumber pencarian.

“Jadi, pemberdayaan ekonomi warga desa akan disesuaikan dengan potensi wilayahnya,” ungkap Usamah.

Ketiga, pemberdayaan sosial. Dari sebagian keuntungan usaha warga, harus dialokasikan 2,5% sebagai infak bagi pemberdayaan sosial, terutama anggota masyarakat setempat yang sudah tidak produktif usia 60 tahun ke atas, baik untuk kesehatannya maupun sumber ekonomi sehari-hari. Kepedulian sosial melalui dana infak ini sangat penting untuk kemajuan usaha.

“Itulah yang disebut konsep social spritual entrepreneurship yang tengah dikembangkan Parmusi agar usaha kita mendapat ridha Allah,” tegas Usamah.

Keempat, peningkatan pengetahuan warga melalui program pendidikan. Parmusi mengembangkan pendidikan informal, baik berupa pendirian TPA (Taman Pendidikan Al-Quran) maupun madrasah secara bertahap.

“Dengan empat langkah prioritas tersebut, insya Allah warga desa akan beriman, sejahtera, dan pada akhirnya turut memperkuat pertahanan keamanan negara, terutama di daerah perbatasan seperti Belu,” ujar Usamah.

Karena itu ia mengajak segenap aparat keamanan baik Polri dan TNI untuk berkerja sama dengan Parmusi dalam berpartisipasi mewujudkan Desa Madani. “Target saya hanya dalam tempo tiga tahun, warga masyarakat yang melaksanakan konsep Desa Madani akan sejahtera lahir dan batin,” kata Usamah meyakinkan.

“Bila seluruh desa di Indonesia berhasil melaksanakan konsep Desa Madani, insya Allah 5 sampai 10 tahun ke depan rakyat Indonesia akan sejahtera,” tuturnya. (Anto)  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here