Darmayanti Lubis: Berjuang Untuk Perempuan, Anak dan Pendidikan

548

Bertahun-tahun mengabdi sebagai senator, bergabung dengan 132 anggota dari 34 provinsi, heterogenitas sangat terasa kala mengambil keputusan untuk kepentingan bersama. Dengan rendah hati dia mengaku belajar banyak dalam berpolitik dan kompromi harus bersifat netral sekaligus adil. Harus berbicara dari nurani berdasarkan pengetahuan dan pengalaman untuk disatukan, hingga melakukan pengawasan secara umum.

Setiap pelaksanaan tugas dan tanggung jawab selalu ada tantangan atau kendala yang dihadapi. Namun dari sudut gender politisi perempuan hampir tidak ada masalah berarti. Kendala menjadi tantangan bersama politisi dalam berjuang untuk rakyat. Perempuan kelahiran Binjai ini mengatakan,

“Dalam melaksanakan fungsi legislasi, pengawasan, dan pertimbangan, terkadang saya cukup keras bersuara, apalagi menyangkut isu perempuan, anak, dan pendidikan. Syukur apabila suara itu didengar dan menjadi kebijakan pemerintah. Jika belum, tetap terus disuarakan dengan penuh kesabaran.”

Mengevaluasi pemilu maupun pilkada lalu, dia bersyukur sekarang banyak generasi milenial menjadi anggota parlemen dan pemimpin daerah. “Saya berharap dari pergantian generasi melalui kader-kader baru tersebut muncul politisi-politisi terbaik dan berintegritas, melalui pembentukan karakter dan pematangan etika politik,” ungkapnya.

Untuk mencapainya, Darmayanti menegaskan tetap perlu ditingkatkan aspek pengetahuan, rasa percaya diri, kemampuan politik, dan dukungan keluarga. Di tengah padatnya kesibukan, dia justru merasa tiada hari tanpa bekerja keras meskipun usia tak lagi muda. Dia mengimbangi dengan selalu menjaga asupan makanan dan istirahat, serta selalu berbuat yang terbaik untuk membangun semangat sehingga lelah pun tidak dirasakan. Tak lupa, dia berbagi makna sukses baginya.

Yakni dapat diukur sejauh mana kita memberikan manfaat kepada orang lain, baik sebagai pribadi, istri, ibu, maupun anggota masyarakat. Karena sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak bermanfaat untuk orang lain. (Angie)

Artikel ini dalam versi cetak dimuat di Majalah Women’s Obsession edisi September 2019

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here