Dalam Kondisi Ini Iblis Tidak Bisa Menggoda Manusia

175

Muslim Obsession – Iblis diciptakan Allah SWT memang untuk mengoda manusia agar mau berada dalam kesesatan. Namun sepandai-pandainya iblis menggoda manusia, ia punya kelemahan karena ada saatnya iblis tidak bisa menggoda manusia.

Pada QS. An-Nisa ayat 76, Allah secara jelas sudah menyatakan bahwa sebenarnya tipu daya iblis dan setan sebagai turunannya itu lemah. Banyak cara yang tidak terduga untuk menangkal godaannya.

إِنَّ كَيْدَ الشَّيْطَانِ كَانَ ضَعِيفًا

“Sungguh, tipu daya setan itu lemah.” (QS. An-Nisa:76).

Menurut Imam Al-Qusyairi seperti mengutip para ulama terdahulunya dikatakan bahwa tidur merupakan cara dahsyat untuk menangguhkan atau menangkal godaan iblis karena orang tidur tidak berada pada kesadaran.

Baca juga: Kisah Pertaubatan Iblis kepada Nabi Musa

Dan pada umumnya tidak dapat mengeksekusi maksiat sebagai godaan jahat iblis seperti mabuk, judi, zina, penipuan, pemukulan atau pembunuhan, pengumpatan, caci maki, dusta, dan banyak dosa lainnya.

وقيل: لا شيء أشد على إبليس من نوم العاصي؛ يقول: متى ينتبه ويقوم حتى يعصي الله

“Ada ulama mengatakan, ‘Bagi iblis, tiada sesuatu yang paling menyusahkan kerjanya selain istirahat atau tidur orang yang bermaksiat. Iblis mengeluh, ‘Kapan orang itu bangun dan terjaga agar ia dapat bermaksiat kepada Allah?” (Al-Imam Abul Qasim, Abdul Karim Al-Qusyairi, Ar-Risalah Al-Qusyairiyah, [Kairo, Darus Salam: 2010 M/1431 H], halaman 210).

Oleh karena itu, Allah telah menyebut dalam Surat An-Naba ayat 9 bahwa tidur merupakan sebuah istirahat. Dalam konteks ini, tidur merupakan istirahat dari terjaga yang sangat berisiko tinggi menjerumuskan seseorang dalam maksiat.

وَجَعَلْنَا نَوْمَكُمْ سُبَاتًا

“Kami menjadikan tidurmu sebagai istirahat,” (QS. An-Naba: 9).

Baca juga: Apa Perbedaan Iblis, Jin dan Setan? Ini Penjelasan Sempurna dari Quraish Shihab

Selain istirahat, aktivitas main-main yang melalaikan serupa dengan tidur juga dapat menjadi cara untuk menangkal iblis untuk menawarkan godaannya. Karena dengan tidur orang tidak bisa melakukan maksiat.

Imam Al-Qusyairi mengutip keterangan ulama lainnya yang mengatakan bahwa waktu terbaik yang dimiliki orang yang bermaksiat adalah waktu tidur. Jika ia tidak punya waktu melalui tidur, maka tidak ada waktu maksiat yang dimilikinya. Pasalnya, orang tidur adalah orang yang tidak punya waktu untuk bermaksiat.

Tidur dapat diganti dengan kegiatan atau aktivitas lain yang produktif dan menyehatkan seperti olahraga, bekerja yang halal dan produktif, membaca buku/kitab, dan lain sebagainya yang dapat mengisi waktu secara baik.

Wallahu a’lam bish shawab. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here